Follow detikFinance
Senin, 11 Des 2017 06:24 WIB

Cara Ini Dijamin Bisa Jauhkan Bisnis dari Kekecewaan Konsumen

Tung Desem Waringin - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Baru-baru ini viral sebuah foto yang beredar, dimana sebuah mobil Toyota Fortuner yang di belakang mobilnya terdapat tulisan My Toyota Sucks!! Brakes Problem. No Solution, No Response From TAM.

Begitulah sekiranya tulisan yang ada dibelakang mobil berplat nomor B 1411 TJM. Bukan tanpa alasan pemilik mobil memasang tulisan seperti ini. Rupanya, ini merupakan tindakan kekecewaan si pelanggan terhadap perusahaan PT. Toyota Astra Motor (TAM).

Di ketahui bahwa Fotuner tersebut ternyata memiliki masalah pada sistem pengereman, tetapi tidak adanya tanggapan dan kelanjutan dari pihak TAM, membuat si pemilik mobil harus meluapkan kekecewaannya dengan tulisan tersebut.

Karena hal itu pula, akhirnya pihak TAM melakukan pertemuan dengan si pemilik fortuner untuk mendalami masalah yang sebenarnya terjadi. Tak lupa pihak mereka juga mengucapkan kalimat permintaan maaf juga terimakasih kepada si pemilik mobil tersebut.

Lantas bagaimana agar hal seperti ini tidak terjadi pada bisnis Anda?

1. Good Service

Ketika orang membeli sebuah barang atau jasa dari perusahaan Anda, pastinya mereka menginginkan agar mendapatkan pelayanan terbaik. Pelayanan terbaik tidak melulu saat customer membeli produk kita saja. Ya, memang pelayanan terbaik pasti akan diberikan pada awal customer tersebut berkunjung dan membeli produk kita.

Tapi, Anda juga harus pikirkan strategi, bagaimana membuat customer itu kembali membeli produk kita kembali, dan bagaimana nanti jika customer tersebut melayangkan kalimat komplainnya ke perusahaan kita. Jangan karena mereka komplain, lantas kita membiarkan mereka hanya karena alasan "Ah, yang penting mereka sudah pernah beli ini". Jangan sesekali seperti itu. Tetap lakukan good service kepada customer yang komplain. Kalau Anda tidak mau bisnis Anda mengalami hal serupa seperti yang sudah-sudah.

2. Merangkul Customer

Jika memang customer Anda sudah melakukan transaksi di perusahaan Anda, bukan berarti Anda langsung lepas tangan begitu saja dengan mereka. Sekedar say hi ataupun memberikan penawaran menarik tentang produk-produk lain merupakan strategi lanjutan untuk menghindari ketidakpuasan pelanggan. Atau Anda juga bisa menanyakan review produk Anda kepada mereka. Misal bagaimana produk kami? Apakah ibu/bapak puas? Atau ada kendala? Dan sebagainya.

3. Cepat Tanggap

Rasanya hal ini tidak perlu lagi di pertanyakan. Setiap customer ingin diberikan pelayanan yang cepat dan juga tanggap. Mereka membutuhkan respons yang cepat.

Dan itulah yang harus diterapkan pada perusahaan Anda. Bangunlah kinerja karyawan yang responsif terhadap hal apapun. Jika ada customer yang bertanya ataupun complain, pastikan secepat mungkin untuk bisa diatasi, jangan dibiarkan berlarut-larut, dan jangan dibiarkan begitu saja. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak terjadinya hal-hal yang lebih ekstrem yang akan mempengaruhi reputasi perusahaan Anda.

Itulah 3 tips yang bisa Anda terapkan pada bisnis Anda. Semoga hal seperti ini tidak akan terulang lagi pada perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia.

Salam sukses.

Sudah Siapkah Anda Ditahun 2018? Apakah Goal Secara Finance Anda Sudah Tercapai Ditahun 2017 Ini? Download Sekarang Juga Rangkuman "Financial Revolution" 3 Hari Seminar seharga Rp 1.997.000. Khusus Untuk 97 Orang Pembaca detikFinance Hari Ini, Saya Beri GRATIS + Anda Berkesempatan Mendapatkan Kalender Tung Desem Waringin Edisi 2018 Yang Dijual Rp 99.000,- Secara GRATIS, Klik di Sini Untuk Download.

(mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed