img_list
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Nov 2019 13:19 WIB

Merasa Bersalah Setelah Kalap Belanja 11.11? Obati dengan Cara Ini!

Adinda Purnama Rachmani - detikFinance
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11 November datang dengan begitu banyak penawaran diskon gede-gedean dari berbagai toko dan marketplace online. Tentu banyak dari kita yang tak tahan dengan silaunya potongan harga yang ditawarkan. Alhasil, kita pun kalap berbelanja demi mendapatkan barang dengan harga miring.

Setelah membelanjakan uang, terkadang ada rasa menyesal ataupun rasa bersalah yang menghantui kita bukan? Padahal, kita berbelanja untuk menyenangkan hati. Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menghilangkan rasa bersalah setelah berbelanja? Yuk, simak tips berikut ini!

1. Telusuri penyebab munculnya rasa bersalah

Sebenarnya, apa sih yang menyebabkan kita merasa bersalah setelah membelanjakan uang? Padahal uang tersebut hasil dari keringat kita sendiri.

Seringnya, perasaan bersalah setelah berbelanja muncul karena kita khawatir keputusan kita salah untuk membelanjakan uang. Ada ketakutan yang muncul jika uang tersebut nantinya akan kita butuhkan untuk hal-hal yang lebih penting. Kita juga bisa merasa bersalah kalau uang yang kita belanjakan demi mengejar diskon sebenarnya bisa ditabung atau diinvestasikan untuk mencapai mimpi-mimpi finansial kita di masa depan.

Setelah kita tahu apa penyebab rasa bersalah, tentu akan lebih mudah untuk mengobati rasa bersalah tersebut. Selanjutnya, praktekkan langkah-langkah berikutnya!


2. Buat rencana keuangan

Untuk mengurangi rasa bersalah, mulailah membuat rencana keuangan untuk uang yang Anda miliki. Hitung seluruh penghasilan bulanan Anda dan buat pos-pos pengeluaran. Pastikan Anda tahu keperluan apa saja yang Anda akan belanjakan. Cara ini bisa membantu Anda membatasi pengeluaran gelap mata.

Setelah membuat rencana keuangan, tentu Anda harus berkomitmen untuk mematuhi rencana tersebut. Jika Anda terlalu sering melanggar rencana keuangan yang sudah Anda buat, bisa-bisa kondisi keuangan Anda menjadi berantakan.

3. Manfaatkan uang dengan lebih baik

Semua orang tentu punya mimpi yang ingin diwujudkan, misalnya mengadakan pesta pernikahan, membeli rumah, atau menyekolahkan anak. Mimpi-mimpi tersebut mungkin membutuhkan uang untuk mewujudkannya.

Anda perlu merencanakan strategi untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut, misalnya dengan menabung secara rutin atau membuat uang Anda tumbuh lebih banyak dengan berinvestasi ataupun cara-cara lainnya.

Salah satu cara untuk menggunakan uang Anda dengan lebih baik yaitu dengan memanfaatkan platform peer to peer (P2P). Platform ini adalah sebuah platform online (website) di mana Anda bisa menumbuhkan uang dengan cara mendanai pinjaman. Contohnya di Mekar.id, platform P2P untuk pendanaan UMKM yang dimiliki oleh pengusaha Putera Sampoerna.

Di platform tersebut, Anda bisa menghasilkan hingga 12,5% per tahun hanya dengan memberikan pendanaan bagi pelaku usaha kecil Indonesia. Jadi, sambil menumbuhkan uang, Anda juga bisa mendukung pertumbuhan UMKM di tanah air.


MEKAR juga telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001. Dengan begitu Anda bisa dengan nyaman melakukan pendanaan. Khusus di bulan November ini, Mekar.id memiliki penawaran khusus bagi pengguna baru, yaitu bonus cashback 10% hingga Rp 100 ribu dari nilai pendanaan.

4. Buat pos khusus untuk senang-senang

Saat Anda membuat rencana keuangan, buatlah pos khusus untuk pengeluaran yang ditujukan untuk bersenang-senang dan menikmati hidup. Tentunya besaran uang yang masuk ke pos ini harus disesuaikan dengan kemampuan dan hanya dianggarkan apabila pos-pos lain yang sifatnya lebih genting dan penting seperti cicilan, tagihan, tabungan, dan investasi telah dipenuhi.

Anggaran untuk pos ini bisa Anda gunakan untuk apa saja yang menyenangkan hati Anda. Anda suka K-POP? Kumpulkan dana dari pos tersebut untuk menonton konser di tahun depan.

Simak Video "Sri Mulyani: Cukai Rokok Dipakai untuk Tutupi Defisit BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(ujm/ujm)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar perencanaan keuangan, properti dan UKM.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com