Tips Atur Keuangan Setelah Gaji Dipotong hingga Kena PHK (1)

Steven Ransingin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Senin, 20 Apr 2020 07:29 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Foto: Ari Saputra

3. Manfaatkan Promo, Cashback, Buy One Get One, Kupon
Buat yang masih nyari kebutuhan melalui marketplace, aplikasi apapun, penting diperhatikan di sini menggunakan Promo, Cashback, Buy One Get One, Kupon tersebut biasanya para marketplace tidak sungkan memberikan promo hingga 50%,Cashback 40%, Buy One Get 3, hingga Kupon Pengurangan diskon dalam pembayaran tagihan.

Semuanya bisa ditemukan pada aplikasi Marketplace, Ride Sharing, Payment Gateway, hingga Aplikasi Pencatatan Keuangan.

4.Menghindari Panic Buying!
Tenang ya semua! Pemerintah sudah memastikan ketersediaan bahan pangan apabila kita dihadapkan pilihan PHK, Unpaid Salary, dan WFH, tidak perlu khawatir kehabisan bahan pokok. Justru panic buying cepat menghabiskan uang kita, dan justru terjadinya kelangkaan dimulai dari panic buying, hingga viral, dan secara nggak langsung membuat panik orang lain, hingga terjadi panic buying!

Lagipula setiap pemerintah daerah sudah memberikan berbagai macam upaya bantuan baik dari segi kesehatan, uang, hingga sembako. Beberapa startup juga menyediakan jasa penjualan bahan pangan khusus, juga turut berusaha membantu saling bahu membahu menghindari kekurangan bahan pangan, memastikan semuanya tercukupi untuk memenuhi kebutuhan hariannya seperti biasa. So keep calm and stay healthy!

Selain itu panic buying juga akan merugikan keuangan. Coba bayangkan, kita tidak panic buying saja setiap belanja bulanan pasti bocor kan?

Berapa persen dari bujet belanja bulanan kita yang bocor setiap kali belanja? Coba mengaku saja?

Itu sebabnya salah satu cara adalah dengan membuat daftar belanja bulanan. Dan tidak hanya daftar belanja bulanan kita juga harus mencatat pengeluaran itu.


Bagaimana cara mencatatnya? Anda bisa menggunakan aplikasi Moneesa untuk membantu anda menghitung berapa sih kebutuhan anda. Aplikasinya sendiri bisa diunduh di sini.

Selain mencatat anda juga penting untuk berinvestasi dan berasuransi. Permasalahan dengan investasi masih banyak orang yang awam.

Sementara untuk berasuransi banyak masyarakat yang enggan karena takut dikejar-kejar oleh agen, padahal mereka baru hanya mau tahu berapa besar sih premi yang mereka harus bayarkan.

Nah, untuk hal ini ada solusinya, anda bisa cek premi asuransi tanpa takut dikejar-kejar agen melalui aplikasi yang bisa diunduh di sini.

Selain itu anda juga bisa belajar dengan mengikuti kelas dan workshop tentang keuangan, infonya bisa anda dapatkan dari aplikasi tersebut di atas atau anda bisa cek di sini.

Masih ada 3 tips lagi yang akan saya kupas tuntas perihal bagaimana cara mengatur ulang keuangan kita untuk menghadapi pandemi ini.

Tunggu artikel saya berikutnya ya.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

Halaman


Simak Video "Tips Merdeka Finansial dengan Gaya Hidup Minimalis"
[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)