Anak Muda Wajib Tahu, Begini Cara Atur Uang Biar Kantong Tak Kempis

Anak Muda Wajib Tahu, Begini Cara Atur Uang Biar Kantong Tak Kempis

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 16 Feb 2026 13:00 WIB
Happy young couple using laptop pay bills online in app calculate  investment payment budget discuss finances at home.
Ilustrasi - Foto: Getty Images/whitebalance.space
Jakarta -

Di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital, generasi muda Indonesia baik dari kalangan Gen Z hingga Milenial menghadapi berbagai tantangan baru dalam mengelola keuangan secara sehat.

Banyak anak muda mulai mengambil keputusan finansial, namun tanpa panduan yang memadai. Akibatnya, gaji atau uang jajan kerap habis lebih cepat dari rencana, utang diambil tanpa perhitungan, dan risiko keuangan baru disadari setelah masalah muncul.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sudah mencapai angka 80,51%. Padahal indeks literasi baru berada di angka 66,46%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data ini teelihat adanya kesenjangan antara pemanfaatan layanan keuangan dengan tingkat pemahaman masyarakat. Menunjukkan bagaimana saat ini banyak warga yang memanfaatkan berbagai layanan keuangan tanpa pemahaman yang memadai.

ADVERTISEMENT

Kesenjangan juga terlihat jelas pada Gen Z dan Milenial, di mana kelompok usia 18-25 tahun mencatat inklusi 89,96% dengan literasi 73,22%, usia 26-35 tahun inklusi 86,10% dengan literasi 74,04%, serta usia 36-50 tahun inklusi 85,81% dengan literasi 72,05%.

Melihat tantangan ini, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia meluncurkan panduan literasi keuangan bertajuk MOJANG (Modul Bijak Keuangan). Modul ini membahas topik-topik krusial seperti pengelolaan arus kas, manajemen utang, reputasi kredit, serta kemampuan membedakan platform pendanaan bersama berizin dan pinjaman ilegal.

Adapun salah satu yang paling disoroti dari panduan literasi keuangan ini adalah pentingnya reputasi kredit sebagai aset yang kerap luput diperhatikan Gen Z dan Milenial. Mengingat setiap keputusan finansial memiliki dampak jangka panjang.

Sebab cara seseorang mengelola utang, memenuhi kewajiban pembayaran, hingga bersikap disiplin terhadap komitmen finansial akan tercermin langsung pada rekam jejak kreditnya dan tentu bisa menentukan masa depan finansialnya.

(kil/kil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads