Follow detikFinance
Kamis 24 Mar 2016, 17:19 WIB

Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?

Dina Rayanti - detikFinance
Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Foto: agung pambudhy
Jakarta - Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.

Salah satunya adalah investasi obligasi. Obligasi merupakan salah satu jenis efek berkategori pendapatan tetap. Obligasi adalah instrumen surat utang yang memuat perjanjian atau kontrak kesediaan peminjam (issuer/emiten) untuk melakukan pembayaran secara tetap kepada pemberi pinjaman (investor) dalam periode tertentu.

Lantas lebih menguntungkan mana investasi obligasi jika dibandingkan dengan investasi lainnya?

Investasi obligasi memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan investasi namun keuntungan yang didapat memang lebih kecil dari investasi saham.

"Kalau kita bicara investasi pasti kita bicara risiko. Risiko harus seimbang dengan return, makanya ada istilah high risk high return. Nah pada saat anda pergi ke equity market anda akan berpikir untung saham lebih besar nggak dari obligasi. Memang lebih besar ya, tapi apa kalau ada untung yang lebih besar? risikonya lebih besar, memang di pasar saham risikonya lebih besar," ungkap Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (Indonesia Bond Pricing Agency, IBPA), Wahyu Trenggono, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Wahyu lebih lanjut mengatakan, walaupun keuntungan yang didapat dari investasi obligasi kecil, namun investasi obligasi ini menjamin kita mendapatkan pendapatan tetap (fixed income).

"Jika kita bicara pasar obligasi anda akan diamankan dengan instrumen obligasi yaitu fixed income anda akan dapat pendapatan tetap selama kurun waktu periode obligasi tersebut kan jadi paling tidak anda akan aman, tapi tentunya returnnya tidak akan bisa menyaingi harga saham,"

"Tapi hal itu tergantung dari kondisi pasar, pada saat pasar sedang bullish pasti akan menguntungkan tapi kalau kondisi pasar sedang bearish justru pasar obligasi dapat mengamankan posisi anda, karena anda dapat pendapatan tetap kan," lanjut Wahyu.

Ia menambahkan pemilihan investasi ini tergantung preferensi risiko yang kita pilih, mau investasi berisiko rendah atau investasi berisiko tinggi.

"Jadi tergantung preferensi risiko kita, kita sukanya yang mana tinggi atau rendah, misal dana pensiun mereka seharusnya konsentrasi pada obligasi karena mereka tidak boleh mempertaruhkan dana pensiun pada instrumen yang berisiko," kata Wahyu. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed