Cek! Ini Perbedaan Robot Trading Asli dan Money Game Abal-abal

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 10:24 WIB
Trading forex
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Robot trading di investasi forex semakin populer dan banyak digunakan. Mengutip Investopedia, Selasa (26/10/2021), robot trading di forex adalah sebutan untuk sistem perdagangan algoritmik.

Robot trading ini akan menjalankan transaksi secara otomatis dengan memanfaatkan sinyal pergerakan pasar untuk menentukan apakah melakukan tindakan beli atau jual pada titik waktu tertentu, sehingga investor yang menggunakan robot trading tidak perlu repot memantau pasar dan memikirkan strategi beli dan jual.

Akan tetapi, semakin populer robot trading ternyata membuat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan situs investasi ilegal tak berizin atau bodong yang memanfaatkan robot trading menjadi kedoknya.

Broker forex legal akan menyediakan sistem robot trading. Sedangkan oknum ilegal ini menerapkan robot trading dengan sederet kejanggalan dan iming-iming keuntungan semu.

Pemerhati dan Praktisi Investasi, Desmond Wira mengaku telah menginvestigasi salah satu platform PBK yang menggunakan modus tersebut. Sama seperti penjelasan Bappebti, platform forex itu memanfaatkan robot trading untuk menipu dengan sistem member get member (ponzi) alias money game.

Dengan skema money game, platform tersebut hingga kini masih bisa bertahan dan terus memperluas jaringannya. Namun itu hanya tinggal menunggu waktu, karena bakal ada satu titik di mana pelaku tak mampu lagi gali lubang tutup lubang untuk membayar keuntungan investornya.

"Korbannya ya belum ada. Kalau money game belum ambruk ya belum ada yang lapor," kata Desmond.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Saksikan juga: d'Mentor: Awas Manipulasi Robot Trading

[Gambas:Video 20detik]



Desmond menyebut dalam postingannya di media sosial telah mendapatkan izin dari salah satu nasabah trading forex tersebut. Bahkan dia diberikan username dan password untuk masuk ke akun.

Tanpa menyebutkan nama brokernya, Desmond mengungkapkan sederet kejanggalan. Setiap bulan cetak profit hingga 10% dengan statistik win rate 81-19. Artinya 81% trading menorehkan keuntungan, hanya 19% tradingnya mengalami kerugian.

Menariknya lagi robot trading tersebut jarang losing streak atau rugi beruntun, setelah rugi robot itu kembali profit. Selama bertahun-tahun losing streak paling banyak tiga kali.

Dari data di atas, terdapat beberapa kejanggalan yang telah dirangkum sebagai berikut:

1. Robot trading itu tidak bisa dipakai di broker forex lain, hanya di broker tertentu saja. Sementara robot trading asli bisa digunakan di broker forex manapun serta harus diinstal terlebih dahulu di komputer atau server.

2. Robot trading dalam platform MetaTrader berbentuk file ekstensi mq4 atau ex4. Nah menurut yang sudah join mereka tidak pernah melihat atau menerima file tersebut. Sedangkan untuk robot trading yang asli, ada wujudnya, yakni berupa file expert advisor (EA) yang memiliki ekstensi mql4 atau ex4 di MetaTrader 4 atau mql5 atau ex5 di MetaTrader 5

3. Keuntungan 10% per bulan, maka 1 tahun keuntungannya bisa 120%. Dengan profit sebesar itu sudah mengalahkan hampir semua trader profesional.

4. Semua pembukaan posisi trading di harga open. Desmond meyakini itu adalah rekayasa. Sebab tidak mungkin robot trading bisa selalu mengambil posisi di harga open, karena ada dinamika di fores, faktor spread, slippage dan koneksi server broker.

Kesimpulan yang diambil Desmond, robot trading yang digunakan oknum tersebut tidak trading secara real. Entry trading diduga merupakan sesuatu yang rekayasa. Modusnya dengan merekayasa harga pembukaan posisi trading. Sedangkan harga penutupan tetap mengikuti harga pasar.

Jika itu rekayasa, pertanyaannya dari mana si oknum bisa memberikan keuntungan kepada nasabahnya? Dengan santai Desmond menjawab skema ponzi atau money game.

(ara/ara)