Konsultasi Perencanaan Keuangan

img_list
Prita Ghozie CEO & Founder ZAP finance Financial & Business Planner (CFP)
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 18 Jun 2015 08:11 WIB

Begini Cara Atur Keuangan Keluarga Bergaji Rp 10 Juta/Bulan

Prita Hapsari Ghozie - detikFinance
Jakarta - Pertanyaan dari Pembaca: Saya suami istri kerja dengan gaji Rp 10 juta dan dapat di luar gaji Rp 2-5 juta.

Saat ini masih ada utang rumah Rp 2 juta, utang mobil Rp 3 juta, biaya sekolah dan kursus satu anak Rp 2 juta, arisan keluarga Rp 1 juta, tabungan hari tua Rp 1 juta, kebutuhan bulan dan refreshing diambil dari sisanya.

Apakah sudah benar pengaturan keuangan kami ? Terima kasih

Jawaban:
Dear Bu Krisyuliana, terima kasih atas pertanyaannya.

Dari pernyataan Anda, dengan penghasilan per bulan dari gaji Rp 10 juta dan lain-lain Rp 2-5 juta per bulan, maka boleh dikatakan penghasilan minimal Anda berdua Rp 12 juta rupiah setiap bulannya.

Sedangkan, pengeluaran bulanan seperti utang rumah Rp 2 juta, utang mobil Rp 3 juta, biaya sekolah dan kursus anak Rp 2 juta, arisan keluarga Rp 1 juta, tabungan hari tua Rp 1 juta, sedangkan kebutuhan bulanan dan refreshing diambil dari sisa penghasilan tersebut.

Dari sisi pengaturan prioritas pengeluaran dan pengendalian diri, saya menilai keluarga Anda sudah cukup baik dalam hal hanya menggunakan sisa penghasilan untuk kebutuhan hiburan.

Anda juga sudah mulai menyisihkan dana untuk tabungan hari tua. Sehingga, good money habit sudah mulai terbentuk dalam keluarga. Namun, secara alokasi pengaturan komposisi pengeluaran, saya masih menilai ada yang bisa diperbaiki. Selain itu, pastikan juga untuk tabungan hari tua dilakukan dengan jalan berinvestasi.

Dalam teori perencanaan keuangan, yang ideal setidaknya ada empat pos pengeluaran, yaitu pos pembayaran utang, pos dana darurat dan asuransi, pos biaya hidup, pos tabungan dan investasi dan pos hiburan.

Untuk rasio utang yang ideal adalah 35% dari penghasilan Anda, dengan rincian minimum 20% untuk utang produktif, dan maksimum 15% utang produktif. Namun, jumlah utang harus mengecil dan menjadi nol ketika memasuki usia pensiun.

Untuk investasi dan tabungan, jumlah rasio idealnya adalah 10% dari penghasilan Anda. Sedangkan untuk biaya hidup maksimum 60% dari penghasilan. Sedangkan untuk dana darurat dan asuransi, rasionya adalah 10%.

Jika melihat dari rasio pengeluaran Anda, rasio utang Anda 42%, pos dana darurat dan asuransi 0%, pos investasi 8,5% dan sisanya adalah pos belanja keluarga sebesar 45,5%. Dengan besaran tersebut maka terlihat pos utang sudah melebihi dari rasio ideal, pos investasi masih kurang sedikit dari porsi ideal.

Sedangkan, pos dana darurat dan asuransi dalam pengeluaran Anda belum ada sama sekali. Sehingga, kondisi keuangan Anda dapat menjadi tidak sehat bilamana penghasilan sebulan tidak mencapai Rp 12 juta atau bahkan berkurang.

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda melakukan negosiasi dengan pihak bank untuk dapat mengatur ulang jumlah pembayaran pinjaman, agar sesuai dengan porsi ideal yaitu maksimal Rp 4,2 juta per bulan.

Jangan lupa bahwa asuransi jiwa adalah wajib jika Anda sudah berkeluarga dan dana darurat harus dialokasikan terpisah dalam rekening tabungan tersendiri.

Demikian analisa saya, semoga bisa bermanfaat. Live a Beautiful Life!

(ang/dnl)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar perencanaan keuangan, properti dan UKM.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com