Konsultasi Perencanaan Keuangan

img_list
Prita Ghozie CEO & Founder ZAP finance Financial & Business Planner (CFP)
Follow detikFinance
Rabu 11 May 2016, 08:08 WIB

Beli Rumah dan Bayar Kuliah dengan Gaji Rp 2 Juta/Bulan, Bisakah?

Prita Hapsari Ghozie - detikFinance
Beli Rumah dan Bayar Kuliah dengan Gaji Rp 2 Juta/Bulan, Bisakah? Foto: Istimewa
Jakarta - Pertanyaan:
Saya seorang karyawan swasta di sebuah perusahaan di daerah Jakarta. Saya mau tanya bagaimana mengatur keuangan dengan gaji Rp 2 juta saya dapat menabung untuk biaya DP rumah KPR dan biaya untuk lanjut kuliah S1. Terima Kasih

Yayang Isnarliya

Jawab:

Halo Yayang, terima kasih atas pertanyaannya.

Dengan keterbatasan dana yang Anda miliki saat ini, sebaiknya Anda perlu memilih prioritas di antara kedua pilihan tersebut. Setelah salah satu tujuan keuangan terpenuhi, Anda bisa melanjutkan pemenuhan tujuan keuangan berikutnya.

Setiap orang disarankan untuk menyisihkan 10% dari pendapatan yang dimiliki untuk investasi. Jadi Anda perlu menyisihkan minimal Rp 200 ribu setiap bulan untuk berinvestasi atas gaji bulanan yang Anda peroleh per bulannya.

Keputusan membeli rumah khususnya pembelian rumah pertama merupakan salah satu tujuan keuangan besar di dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mempertimbangkan berbagai hal termasuk pertimbangan keuangan.

Berikut tahap- tahap yang umumnya saya sarankan bagi seseorang yang ingin membeli sebuah rumah:
1. Tentukan Periode Keputusan Membeli Rumah
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan target waktu pencapaian pembelian rumah. Misalnya saja, Anda berencana untuk membeli rumah 5 tahun dari sekarang.

2. Tentukan Biaya Rumah Idaman di Masa Depan
Inflasi membuat harga-harga barang dan jasa meningkat setiap tahunnya. Sehingga Anda perlu mencari tahu berapa biaya rumah yang akan Anda butuhkan di masa depan misalnya 5 tahun dari dari sekarang. Anda bisa menggunakan fasilitas kalkulator di website-website keuangan untuk menghitung estimasi biaya rumah di masa depan. Umumnya, Anda akan diminta informasi mengenai waktu pembelian (rentang periode saat ini dengan target waktu pembelian rumah), biaya rumah saat ini dan kenaikan biayanya setiap tahun.

3. Hitung Maksimum Cicilan Utang KPR yang Bisa Ditanggung
Maksimum pembayaran cicilan utang yang disarankan bagi seseorang yang ingin memiliki keuangan sehat adalah 35% dari pendapatan rutin bulanan. Jika 5 tahun mendatang misalnya Anda memiliki peningkatan pendapatan menjadi Rp 5 juta, maka maksimum cicilan utang yang bisa Anda tanggung adalah Rp 1,75 juta per bulan.

Namun, nominal tersebut mencakup seluruh cicilan utang yang dibayarkan. Jadi maksimum cicilan utang KPR yang bisa Anda tanggung akan semakin berkurang apabila Anda memiliki tanggungan cicilan utang lainnya.

4. Mempersiapkan Uang Muka Rumah
Kebijakan pengajuan KPR yang berlaku di Indonesia mewajibkan peminjam untuk membayar uang muka rumah. Jadi Anda perlu menyisihkan dana baik dari alokasi gaji bulanan ataupun bonus yang diperoleh untuk kebutuhan uang muka. Besar alokasi dana yang perlu Anda siapkan kira- kira 40% dari harga jual rumah. Alokasi tersebut terdiri atas 30% uang muka rumah dan 10% biaya notaris, PPATK dan administratif lainnya.

5. Konsultasikan dengan Pihak Bank atau Pemberi Pinjaman Lainnya
Langkah terakhir yang perlu Anda lakukan adalah mengonsultasikan kondisi keuangan Anda kepada calon pemberi kredit. Informasi yang perlu Anda bagikan adalah jumlah kredit yang ingin diajukan dan maksimum cicilan bulanan yang bisa dibayarkan. Di sana Anda bisa meminta bantuan pihak Bank untuk membuat beberapa skema KPR yang sesuai dengan kondisi tersebut.

Semoga informasi di atas bisa membantu Anda dalam mengatur keuangan dan mewujudkan impian membeli rumah idaman. Terima kasih (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed