Follow detikFinance
Jumat 24 Feb 2017, 11:59 WIB

Adu Program Perumahan Ahok Vs Anies

Dana Aditiasari - detikFinance
Adu Program Perumahan Ahok Vs Anies Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Mahalnya harga tanah yang mengakibatkan mahalnya harga hunian di Jakarta membuat warga ibu kota yang berpenghasilan rendah sulit memiliki rumah. Sebagian memilih hijrah ke pinggiran Jakarta, namun tetap bekerja di Jakarta. Akibatnya, arus kendaraan dan manusia ketika jam berangkat dan pulang kerja membludak mengakibatkan kemacetan di ruas-ruas jalan ibu kota.

Sebagian masyarakat kurang mampu lainnya memilih bertahan di ibu kota dengan menempati tanah-tanah kosong, bantaran sungai hingga tanah negara. Menimbulkan berbagai masalah sosial hingga lingkungan seperti bencana banjir dan lingkungan yang tidak sehat.

Mengatasi masalah tersebut, dua pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur yang tersisa yakni Anies-Sandi dan Ahok Djarot saling beradu program perumahan. Masing-masing menawarkan program yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

Bagaimana program yang ditawarkan? detikFinance merangkum program yang ditawarkan dua pasangan calon dari wawancara langsung dua pasangan calon termasuk situs resmi tim pemenangan dua pasangan calon.

Program Perumahan yang ditawarkan Anies-Sandi adalah Program DP Nol Rupiah yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan maksimal penghasilan Rp 7 Juta/Bulan. Hunian yang ditawarkan berbentuk Rumah Susun yang dijual ke masyarakat dengan status milik.

Apa saja fasilitas yang diberikan?
KPR dengan Plafon sampai Rp 350 Juta
Talangan DP KPR sampai Rp 53 Juta
Tenor KPR sampai 30 Tahun
Subsidi Bunga KPR Menjadi Hanya 5%

Apa saja syaratnya?
1. Warga DKI Jakarta.
2. Kredit untuk rumah pertama, dan digunakan sebagai rumah tinggal.
3. Menunjukkan bahwa selama 6 bulan terakhir, dia telah menabung sebesar Rp 2,3 juta setiap bulan di Bank DKI. Hal ini untuk membuktikan bahwa konsumen mampu membayar cicilan, juga sebesar Rp 2,3 juta ketika mengikuti program.
4. Bagi kelompok berpenghasilan tetap melampirkan bukti penghasilan, dan bagi kelompok berpenghasilan tidak tetap melampirkan keterangan penghasilan yang ditandatangani lurah.

Berapa biaya yang harus ditanggung?
1. Sampai 2,3 Juta/Bulan Selama Masa Cicilan KPR
2. Biaya perawatan (belum ditentukan)
3. Listrik dan air sesuai penggunaan
4. Biaya Transportasi

Di mana lokasinya?
DKI Jakarta dengan kriteria:
1. Penyediaan lahan bisa menggunakan aset pemda, serta tanah-tanah telantar.
2. Pemprov akan aktif mengarahkan lahan-lahan untuk dibangun hunian vertikal, seperti di lokasi pusat aktivitas perekonomian warga, contohnya pasar.
3. Bisa bekerja sama dengan pihak ketiga dengan skema Built, Operate, Transfer (pemanfaatan tanah negara oleh swasta dengan mendirikan bangunan, kemudian bangunannya digunakan swasta dengan jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan, lalu dikembalikan ke negara).

Manfaat Akhir dari program ini adalah Masyarakat DKI Jakarata memiliki hunian berbentuk Rusun Seharga Rp 350 Juta.

Tak mau kalah dengan penantangnya, calon petahana Ahok-Djarot, juga punya program perumahan yang saat ini sudah berjalan. Tanpa ada judul khusus pada program perumahannya, paslon Ahok-Djarot menawarkan hunian berbentuk Rumah Susun dengan status sewa yang menyasar masyarakat kurang mampu seperti masyarakat berpenghasilan sampai UMP, warga relokasi dari bantaran sungai, nelayan, pekerja harian lepas (PHL)

Apa saja fasilitas yang diberikan?
1. Rumah Susun Tipe 30 Full Furnish
2. Transportasi Trans Jakarta Gratis bagi Penghuni Rusun
3. Kartu Jakarta Sehat
4. Kartu Jakarta Pintar
5. Masa Tinggal Tak Dibatasi

Apa saja persyaratannya?
1. Fotokopi KTP DKI Jakarta,
2. Fotokopi kartu keluarga (KK) dan surat nikah bagi yang sudah berumah tangga,
3. Pas poto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak tiga lembar,
4. Pas poto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak satu lembar,
5. surat keterangan belum memiliki rumah dari kelurahan (PM1),
6. Surat keterangan penghasilan atau slip gaji,
7. Materai empat buah, dan
8. Bagi pemohon yang berkasnya lolos verifikasi, wajib membuka rekening tabungan Bank DKI cabang Jatibaru atas nama pemohon dan menyetorkan jaminan retribusi sebesar 3 kali retribusi tiap bulan.

Berapa biaya yang ditanggung masyarakat?
Rp 5-15 Ribu/Hari atau Rp 150-450 ribu/Bulan untuk biaya perawatan rusun.
Biaya air dan listrik sesuai pemakaian.

Di mana lokasinya?
DKI Jakarta (sudah berjalan)

Manfaat akhir dari program ini, masyarakat DKI Jakarata Memiliki sisa tabungan lebih dari separuh pendapatan per bulan yang bisa digunakan untuk membeli hunan layak sesuai keinginan mereka. (dna/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed