Follow detikFinance
Kamis 23 Feb 2017, 18:18 WIB

DP 0% Cuma Bahasa Marketing, Praktiknya Tetap Ada

Muhammad Idris - detikFinance
DP 0% Cuma Bahasa Marketing, Praktiknya Tetap Ada Foto: Muhammad Idris - detikFinance
Jakarta - Uang muka alias DP Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kerap menjadi sandungan bagi banyak orang memiliki rumah. Beberapa pengembangan dalam beberapa iklannya menawarkan DP 0% untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan papan.

Ades, Staf Markering Indah Residence, salah satu pengembangan perumahan di Jatimurni, Bekasi, menuturkan soal DP sebenarnya hal tersebut tergantung pada pengembang masing-masing. DP kecil atau bahkan 0% bisa dikatakan sebagai strategi pemasaran dari pengembang.

"Itu tergantung pengembang, bahasa marketing. Bisa saja DP benar-benar 0%, tapi cicilannya malah nanti jadi berat. Selain itu besaran DP juga jadi pertimbangan bank untuk memberikan kredit KPR," jelas Ades ditemui di kantor marketing Indah Residence, Bekasi, Kamis (23/2/2017).

Ketimbang menggunakan DP 0%, pihaknya lebih memilih membantu pembeli rumah dengan menyediakan fasilitas cicilan uang yang bisa dibayar 6 kali, ditambah dengan biaya booking fee.

"DP rumah di kita kan minimal 10%, itu bisa dicicil 6 kalau mau. Rumah kebetulan sudah ready, jadi begitu DP lunas, bisa langsung akad KPR dengan bank," ungkap Ades.

Dia mencontohkan, untuk salah satu unit rumah dengan tipe 45/91 harganya Rp 598.000.000. Sehingga DP 10% yang harus dibayar sebesar Rp 59.800.000. Jumlah sebesar itu bisa diangsur pembeli sebanyak 6 kali. Ditambah dengan booking fee Rp 5.000.000 yang dibayar di awal.

Dori, Staf Marketing Metland Transyogi, menuturkan pihaknya juga menyediakan cicilan kredit yang bisa diangsur sebanyak 10 kali, sebelum pembeli melakukan akad kredit dengan bank. Untuk DP 0% pengembang yang berada di Cileungsi, Bogor ini tidak menyediakan fasilitas tersebut.

"Itu strategi pemasaran saja. Di sini hanya bisa DP dicicil saja. Pembeli bisa membayar booking fee bersama dengan cicilan pertama. Baru kemudian setelah KPR disetujui, rumah bisa dibangun dalam waktu setahun," terang Dory. (idr/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed