Follow detikFinance
Selasa 20 Jun 2017, 15:45 WIB

Dana Rp 1,2 Triliun Cair, 5 Juta Bidang Tanah Siap Disertifikasi

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Dana Rp 1,2 Triliun Cair, 5 Juta Bidang Tanah Siap Disertifikasi Sertifikasi Tanah (Foto: Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Program sertifikasi lahan yang ditargetkan 5 juta bidang tanah hingga akhir tahun tampaknya bakal terealisasi. Pasalnya, kekurangan dana yang dihadapi pemerintah telah menemui titik cerah menyusul cairnya dana Rp 1,2 triliun yang diambil dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) Kementerian Keuangan.
"Kita sudah minta uang kemarin ke Kementerian Keuangan Rp 1,2 triliun dengan sasaran supaya 5 juta sertifikat bisa dicapai. Dananya sudah keluar, sudah bisa dimanfaatkan," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Sofyan Djalil saat ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/6/2017).
Sofyan menjelaskan, dana ini sebenarnya dialokasikan dari APBNP 2017. Namun mengingat proses APBNP yang butuh waktu, membuat dana ditalangi terlebih dahulu oleh BA BUN untuk kemudian nanti diganti dari APBNP 2017.
"Itu nanti akan dicantumkan di dalam APBNP, tapi di-bridging dulu," ungkapnya.
Menurutnya, proses sertifikasi lahan di sejumlah daerah saat ini masih terus berjalan, dengan Papua menjadi prioritas terlebih dahulu lantaran harga sertifikasi lahannya yang lebih tinggi dibanding Jawa.
Untuk di Jawa, biayanya berkisar Rp 250 ribu per persil. Sedangkan di wilayah Timur seperti di Papua dan Kalimantan bisa mencapai Rp 700 ribu.
"Jadi kalau dananya sedikit, terpaksa kita fokuskan lebih banyak ke Papua supaya lebih banyak sertifikat. Tapi tahun depan akan kita fokuskan di luar Jawa," pungkasnya.
Seperti diketahui, untuk mensertifikasi 5 juta bidang tanah itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 2,8 triliun. Sementara 2 juta bidang sudah mendapatkan alokasi dari APBN 2017 sebesar Rp 1,4 triliun, dan masih ada sisa target 3 juta bidang lagi yang diperkirakan dananya sekitar Rp 1,2-1,4 triliun lagi.
Dengan tersertifikasinya tanah milik masyarakat, maka diharapkan bisa menyelesaikan sengketa antara masyarakat dengan perusahaan serta dapat digunakan sebagai jaminan ke bank untuk membantu permodalan masyarakat dalam menjalankan usahanya.
(dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed