Follow detikFinance
Kamis 13 Jul 2017, 11:49 WIB

DP 0 Rupiah untuk Gaji Rp 7 Juta/Bulan, Berat Enggak Nyicilnya?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
DP 0 Rupiah untuk Gaji Rp 7 Juta/Bulan, Berat Enggak Nyicilnya? Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah merumuskan penghasilan minimal yang dapat menikmati program ini adalah Rp 7 juta. Hunian yang ditawarkan dalam program ini berada di kisaran Rp 350 juta.

Dengan uang muka (DP/Down Payment) nol rupiah, lalu berapa cicilan yang harus dibayar setiap bulannya?

CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda menyebutkan dengan penghasilan Rp 7 juta per bulan, maka cicilan hunian yang harus dibayarkan setiap bulannya sekitar Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta per bulan.


"Kalau (penghasilan) Rp 7 juta kan dia bisa mencicil kurang lebih sepertiganya, kurang lebih Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Rp 2,5 juta itu artinya dia bisa beli rumah atau apartemen harganya Rp 300 jutaan, itu dipas-pasin saja," kata Ali saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Sedangkan untuk lamanya cicilan dengan pembayaran per bulannya sekitar Rp 2 juta-2,5 juta bisa berlangsung sampai 15 tahun ke depan. "Cicilan 15 sampai 20 tahun bisa," tambah Ali.

Di sisi lain, hunian dengan harga Rp 350 jutaan di Jakarta sangat sulit ditemukan. Sehingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki lahan.


"Mungkin kerja sama, jadi Pemprov DKI enggak bisa kerja sendiri. Kerja sama seperti PP (PT Pembangunan Perumahan) dan KAI lupakan landed (rumah tapak) lah. Kalau apartemen oke untuk Rp 300 jutaan," kata Ali.

Mengenai skema pendanaan, Ali menyebutkan hal tersebut bisa dimodifikasi, yang menjadi masalah saat ini adalah lahan di Jakarta yang terbatas.

"Financial engineering bisa lah tapi sekarang yang terjadi FLPP sudah 1%, jangan berkutat di 0% habisin energi, intinya tanahnya di mana," tutur Ali.

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan menjelaskan, dengan aturan LTV (loan to value) harus ada DP yang dibayarkan sebesar 15% dari harga rumah. Untuk pemilikan kedua dan ketiga DP-nya masing-masing 20% dan 25%. Jika asumsinya rumah pertama maka dari harga rumah Rp 350 juta sekitar Rp 52,5 juta.


"Itu kalau pakai DP ya, enggak tahu kalau bisa DP 0 Rupiah. Tapi aturannya di BI memang harus ada DP," kata Ike kepada detikFinance, Rabu (12/7/2017).

Dengan hitungan DP tersebut, maka jumlah dana yang akan ditanggung bank sebesar Rp 297,5 juta. Dengan asumsi bunga KPR 10% per annum (per tahun), kata Ike, hitungan sederhananya cukup dikalikan 1,5 kali dari pendanaan pokok bank, sehingga biaya yang harus dicicil sekitar Rp 446,25 juta.

Total angka tersebut tinggal dibagi berapa kira-kira waktu cicilan yang diambil. Jika 5 tahun berarti setahunnya harus dibayar Rp 89,25 juta, jika dibagi 12 maka per bulan cicilannya Rp 7,437 juta.

Sementara untuk jangka waktu 10 tahun berarti per tahunnya Rp 44,625 juta dan jika dibagi per bulannya sekitar Rp 3,7 juta. Sedangkan untuk jangka waktu 15 tahun berarti per tahunnya Rp 29,75 juta dan per bulannya Rp 2,479 juta.

Namun hitung-hitungan ini tidak bisa menjadi acuan untuk program rumah Anies-Sandie. Sebab mereka menjanjikan DP 0 Rupiah.

"Ini hanya ancer-ancernya saja. Kan KPR itu ada biaya KPR juga atau pengalihan hak. Itu tergantung kesepakatan juga," ujarnya. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed