Follow detikFinance
Kamis 31 Aug 2017, 11:20 WIB

Belum Dipasarkan, Sudah 1.000 Orang Pesan Rusunami Tanjung Barat

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Belum Dipasarkan, Sudah 1.000 Orang Pesan Rusunami Tanjung Barat Rusunami Tanjung Barat (Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance)
Jakarta - Meskipun belum resmi dipasarkan, rumah susun sederhana milik (Rusunami) berkonsep Transit Oriented Develoment (TOD) di Stasiun Tanjung Barat laris manis. Hal ini terbukti dari jumlah masyarakat yang mengambil nomor unit pemesanan (NUP) telah mencapai angka 1.000 antrean.

Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir mengatakan, pengambilan NUP telah dilakukan sejak dua minggu lalu pada saat pameran perumahan di JCC Senayan. Masyarakat yang mengambil NUP dapat membawa syarat fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja dan memberikan uang tanda pemesanan sebesar Rp 1 juta.

"Jadi konsumen dapat mengambil nomor urut pemesanan (NUP), dengan membayar sejumlah dana yang nantinya refundable kalau akhirnya dibatalkan oleh calon konsumen. Bisa dilakukan di stasiun Tanjung barat, Stasiun Sudirman atau Stasiun Bogor. Sudah ada seribuan lebih (yang ambil NUP). Itu supaya prioritas milih unit pada saat launching," katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Keuntungan memiliki NUP adalah masyarakat memiliki kesempatan lebih dini untuk memilih unit yang akan ditempatinya. Rencananya bakal ada tiga tower rusunami yang dibangun di Stasiun Tanjung Barat. Tiga tower ini akan menampung 1,232 unit hunian di atas lahan seluas 15,244 m2 dengan total 29 lantai.

"Jadi baru daftar urut peminat. Berdasarkan nomor urut itu, ada prioritasnya. Jadi yang nomor urut kecil bisa memilih duluan unit yang diinginkan," jelasnya.

Namun demikian, meski telah mengambil NUP, masyarakat yang ingin membeli nantinya juga tetap harus melewati proses pengecekan sesuai dengan syarat hunian yang diinginkan. Karena tidak seluruh hunian diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dari total 1.232 unit hunian yang dibangun, 298 unit di antaranya diperuntukkan bagi MBR dan sisanya dijual komersil.

"Kalau rusunami kan tetap harus di-screening bank. Mereka yang pesan duluan, mereka akan dapat urutan pertama memilih unit. Kalau rusunami untuk MBR kan ada syarat penghasilan maksimal Rp 7 juta. Kalau lewat, ya enggak bisa diterima," tukasnya.

Pemasaran sendiri akan dilakukan saat seluruh izin konstruksi dari Pemda DKI Jakarta telah rampung. Saat konstruksi telah dimulai, maka penjualan pun bakal segera dilakukan. Pengambilan NUP sendiri diproyeksi bakal dilakukan hingga akhir September mendatang.

Sebagai informasi, Rusunami Tanjung Barat menyediakan hunian yang terdiri dari dua tipe, yakni tipe studio dengan 1 kamar luas 22 m2 dan tipe hunian dengan 2 kamar tidur luas 32 m2. Harga untuk MBR dipatok Rp 9,2 juta/m2 dan untuk non MBR atau komersil sebesar Rp 16-18 juta/m2. Hak guna kepemilikan rusunami berjangka waktu hingga 50 tahun. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed