Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Nov 2018 18:48 WIB

Butuh Berapa Tahun Bangun 900.000 Rumah untuk PNS, TNI dan Polri?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Pemerintah menyebut masih ada 900 ribu abdi negara yang belum memiliki rumah pribadi. Mereka terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) atau PNS, dan TNI/Polri. Berkaitan dengan itu, pemerintah tengah menggodok program penyediaan rumah untuk abdi negara tersebut.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (REI) Sulaiman Sumawinata menyampaikan, setidaknya butuh waktu sekitar 2-3 tahun untuk menyediakan rumah bagi 900 ribu ASN tersebut.

Berdasarkan pengalaman, lanjut dia, pihaknya berhasil membangun hampir 400 ribu rumah dalam setahun, terdiri dari rumah subsidi, dan rumah non subsidi. Rumah-rumah tersebut terbangun dalam kondisi perizinan yang belum begitu mudah.


"Itu berjalan dalam kondisi aturan aturan beberapa normal, dan malah sulit. Perizinan masih sulit," kata dia di Kantor DPP REI, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).

Kalau perizinan yang ada bisa lebih dipermudah untuk penyediaan rumah ASN, menurutnya hanya perlu waktu 2 tahun untuk memenuhi kebutuhan 900 ribu rumah ASN. Hal itu jika pengembang benar-benar hanya fokus membangun rumah tersebut.

Jika tidak sekedar fokus membangun rumah ASN, kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama, yaitu sekitar 3 tahun. Hal-hal tersebut dengan catatan bahwa pemerintah membangun rumah untuk ASN bekerja sama dengan pengembang swasta.

"Tapi kalau bergerak di perumahan lain, 3 tahun selesai. Apalagi kalau ada kemudahan mengenai tanah, kerjasamanya seperti apa, dan pemerintah sudah memberi gambaran bisa pakai tanah negara," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah mengaku, salah satu alasan wacana membangun rumah untuk ASN, TNI/Polri karena masih banyak yang belum memiliki rumah. Hal itu diutarakan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

"Masih ada 900 ribu ASN, TNI dan Polri yang belum punya rumah pribadi," ujarnya di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018). (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed