Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Apr 2019 16:01 WIB

Ibu Kota RI Pindah, Bagaimana Nasib Investasi Rp 571 T di DKI?

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Zaki Alfarabi/Infografis detikcom Foto: Zaki Alfarabi/Infografis detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan bahwa pemindahan ibu kota negara harus dibangun di luar Pulau Jawa. Hal itu demi menciptakan pemerataan ekonomi dan pembangunan.

DKI Jakarta sendiri belum lama ini telah mengusulkan anggaran investasi sebesar Rp 571 triliun untuk membenahi sistem transportasi di ibu kota. Lantas, bagaimana nasib investasi tersebut jika ibu kota negara pindah dari Jakarta?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro memastikan bahwa investasi tersebut akan tetap berjalan.

"Kita kan tetap dukung bantu fasilitasi yang Rp 570 triliun," ujar Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (30/4/2019).



Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan integrasi antarmoda transportasi di Jabodetabek membutuhkan biaya yang tinggi. Angka Rp 571 triliun disebut Anies dibutuhkan untuk membangun transportasi yang terintegrasi tersebut.

Menurut Bambang, investasi yang diusulkan DKI Jakarta sangat membantu sistem urbanisasi yang lebih baik. Sehingga, pemindahan ibu kota negara tidak menganggu rencana investasi DKI Jakarta.

"Jadi tidak usah khawatir, saya sudah yakinkan ke pak Gubernur (Anies Baswedan) yang diusulkan itu jalan dengan atau tanpa ibu kota baru," ungkap dia.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com