Istana: Bappenas Sudah 1,5 Tahun Kaji Pemindahan Ibu Kota

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 04 Mei 2019 11:45 WIB
Foto: Ibu Kota ke Mana? (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Rencana pemindahan Ibu Kota bukan lah rencana dadakan. Hal tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika dalam diskusi tentang perspektif Indonesia di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui telah memerintahkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk melakukan kajian sejak 1,5 tahun lalu.

"Presiden memberikan tugas kepada Bappenas untuk melakukan kajian terkait pemindahan Ibu Kota kurang lebih sudah 1,5 tahun. Jadi ini bukan rencana dadakan," katanya.



Setelah melewati masa kampanye politik yang panjang, saat ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menindaklanjuti pemindahan ibu kota.
Selain itu, selama 1,5 tahun melakukan kajian yang melihatkan lembaga dan individu yang kompeten, kajian dari Bappenas tersebut dinilai sudah memadai.

"Setelah kurang lebih 1,5 tahun Bappenas sekarang sudah memiliki kajian yang memadai," ujar pria yang akrab disapa Erani tersebut.

Kemudian, langkah selanjutnya Presiden Jokowi juga akan melibatkan seluruh pihak. Parlemen dan publik nantinya akan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait pemindahan ibu kota ini.

(eds/eds)