Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 05 Sep 2019 17:00 WIB

Bagi-bagi Sertifikat di Kalbar, Jokowi Dicurhati Harga Karet

Andhika Prasetia - detikFinance
Foto: Andhika Prasetia/detikcom Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Pontianak - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dicurhati mengenai komoditas karet saat membagikan sertifikat tanah di Kalimantan Barat (Kalbar). Jokowi langsung angkat bicara mengenai isu tersebut.

Seorang peserta acara yang bicara harga karet adalah Isra. Dia dipersilakan Jokowi maju untuk memperkenalkan diri. Isra ditanya untuk apa jika sertifikat tanahnya diagunkan di bank.

"Pertama, untuk karet, tapi karena harga karet...," ujar Isra di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2019).


Jokowi merespons Isra dengan menyebut komoditas karet sedang turun. Pemerintah, diakuinya juga kesulitan mengatasi hal tersebut.

"Semua komoditas internasional harganya turun. Nggak batu bara, nggak nikel, nggak karet, nggak sawit, semuanya turun. Kita harus mengerti ini. Pemerintah kesulitan untuk mengatasi itu karena ini komoditas global," ujar Jokowi.

Namun ia juga menemukan beberapa solusi untuk mengatasi soal komoditas karet. Salah satunya dengan mencampurkan karet untuk bahan baku aspal.

"Memang beberapa saya perintahkan menteri PU untuk dipakai di dalam negeri untuk campuran aspal, produksinya banyak sekali," kata Jokowi.


Mengenai sertifikat tanah, Jokowi menargetkan seluruh bidang di Kalimantan Barat tersertifikat tahun 2025. Saat ini, pemerintah mengejar target 9 juta sertifikat tanah tahun ini.

"Di Kalbar akan diselesaikan tahun 2025. Di seluruh Tanah Air harusnya bidang bersertifikat 126 juta," ucapnya.


Bagi-bagi Sertifikat di Kalbar, Jokowi Dicurhati Harga Karet


Simak Video "Jokowi Harap Stafsus Milenial Bikin Banyak Terobosan Baru untuk Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(dkp/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com