Korban Gempa Sulbar Dapat Bantuan Perbaikan Rumah hingga Rp 50 Juta

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 17:46 WIB
Rumah Kadis PU Mamuju ambruk akibat gempa Sulbar (Hermawan/detikcom).
Ilustrasi/Foto: Rumah Kadis PU Mamuju ambruk akibat gempa Sulbar (Hermawan/detikcom).
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membeberkan sejumlah bantuan yang telah disalurkannya kepada para korban terdampak bencana gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Salah satunya adalah bantuan uang tunai mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 50 juta kepada para korban yang rumahnya rusak karena gempa.

"Sesuai perintah bapak Presiden untuk masyarakat, rumah yang terdampak seperti yang sebelumnya yang rusak berat akan diberi bantuan stimulan Rp 50 juta, (rusak) sedang Rp 25 juta dan ringan Rp 10 juta melalui BNPB jadi dalam bencana gempa ini tidak akan dibangun hunian sementara tapi langsung diberikan stimulan untuk membangun sendiri," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (21/1/2021).

Untuk bangunan pemerintah, sudah ditugaskan kepada Kementerian PUPR untuk membangun kembali. Selain itu, Kementerian PUPR juga mengerahkan bantuan-bantuan lainnya seperti menyiapkan alat berat, penyediaan sanitasi, toilet portable, hingga hidran umum untuk kamp pengungsian.

Ada juga program untuk pemulihan konektivitas antara Majene dan Mamuju. Serta pembersihan puing pasca gempa di Kantor Gubernur, DPRD, RSUD Mamuju, Korem, Gedung Keuangan Negara. Saat ini juga sedang dilakukan audit bangunan untuk mengidentifikasi kerusakan dan penanganan ke depan.

Sedangkan, untuk longsor di Sumedang, Jawa Barat, akan didirikan rumah tipe 36 untuk korban longsor yang terdampak langsung. Saat ini akan dilakukan relokasi penduduk dulu sebab masih ada potensi gerakan dari tanah. Terdapat 132 kepala keluarga (KK) di wilayah atas longsor dan 92 KK yang berada di kawasan longsor.

Sementara untuk banjir di Halmahera, dari laporan Kementerian Sosial ada 300 rumah yang terbawa banjir Bandang. Basuki memastikan untuk penanganan bencana ini pun akan dibantu dari Kementerian PUPR.

Untuk penanganan bencana banjir di Kalimantan Selatan, Kementerian PUPR membantu dari segi pemasangan jembatan Bailey di Jembatan Mataraman/Salim dan Tabanio II, yang saat ini dalam proses perakitan. Targetnya sore ini kedua jembatan itu dapat difungsikan kembali.

Selain itu, jajarannya juga telah menyediakan sarana dan prasarana air bersih 7 sanitasi dengan 4 unit mobil tangki air kapasitas 4.000 liter, 30 unit hidran umum kapasitas 2.000 liter, 4 unit mobil toilet, 7 unit toilet portable, dan 2 unit mobil tinja untuk membantu penanganan bencana banjir Kalsel tersebut.

(eds/eds)