Potret Bisnis Properti yang Masih Cuan Kala Pandemi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 14 Mar 2021 18:15 WIB
Istimewa
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memukul sejumlah lini bisnis tak terkecuali sektor properti. Namun, sektor ini dipercaya berbeda dengan sektor lain di mana saat pandemi harga maupun peminatnya tidak menjadi turun.

Pakar Properti Panangian Simanungkalit mengatakan, Indonesia telah melewati berbagai macam krisis finansial, perekonomian, hingga krisis kesehatan. Pada setiap krisis tersebut hanya properti yang tidak mengalami penurunan harga.

Paling buruk, kata dia, situasinya stagnan untuk menunggu beberapa waktu dan kemudian akan kembali naik.

"Saat krisis kita bisa lihat kalau saham atau reksadana dari nilai 500 turun jadi 50 itu biasa, properti tidak pernah seperti itu. Dari krisis tahun 1998, 2008, hingga pandemi 2020, properti tetap tidak ada yang turun bahkan untuk lokasi-lokasi tertentu dengan konsep maupun pricing yang tepat, produk seperti itu tetap dicari," kata dia dalam keterangannya, Minggu (14/3/2021).

Terkait dengan hal tersebut, PT Synthesis Development yakin dengan pengembangan proyek premium Samara Suites yang berlokasi di CBD Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Proyek ini tengah menjalani tahapan finishing dan segera diserahterimakan.

Menurut Channel Manager Synthesis Development Samara Suites, Asnedi, suplai apartemen yang sangat sedikit yang ditawarkan di lokasi CBD Gatot Subroto karena mayoritasnya berupa perkantoran maupun fungsi-fungsi properti komersial lainnya. Hal ini tidak terlepas dari tingginya harga lahan di kawasan sehingga penawaran unit apartemen sangat terbatas.

"Langkanya penawaran apartemen membuat unit yang kami tawarkan menjadi limited karena yang kami tawarkan juga tidak banyak, hanya single tower (38 lantai) sebanyak 292 unit dan saat ini penjualannya juga sudah di atas 90%," katanya.

"Ini juga membuat dari sisi kenaikan harga (capital gain) masih sangat menarik, proyek ini harga perdananya Rp 26 juta/m2 dan saat ini harga per meter apartemen CBD area di atas Rp55 juta/m2, kenaikannya telah mencapai lebih dari 100% selama periode proyek ini dibangun," lanjutnya.

Potensi lainnya dari pengembangan kawasan salah satunya dari aksesibilitas. Koridor Gatot Subroto memiliki akses yang mudah karena terkoneksi dengan jalan tol dalam kota, JORR, dan sangat dekat ke Bandara Halim Perdanakusuma. Gatot Subroto juga menyediakan transportasi publik modern Transjakarta dan akan segera beroperasi kereta ringan LRT Jabodebek. Akses ke stasiun komuter Cawang juga dekat. Berbagai potensi maupun kelebihan Samara Suites ini bisa dilihat di media sosial @samarasuitesofficial.

Saat ini Samara Suites juga membuka program kemudahan pembelian dengan cukup membayar Rp 20 juta dilanjutkan pembayaran berikutnya pada bulan September 2021. Menurut Sales & Marketing General Manager Synthesis Development, Imron Rosyadi, hal ini untuk memudahkan masyarakat saat situasi pandemi ini.

"Dengan program vaksin yang sudah berjalan harapannya beberapa bulan ke depan situasi perekonomian sudah mulai berjalan normal dan saat itu konsumen sudah bisa mulai mencicil atau melanjutkan pembayarannya dengan KPA bank. Tentunya ini menjadi kesempatan yang baik bisa memiliki unit apartemen dengan konsep dan lokasi seperti ini dengan cara yang sangat mudah hanya Rp 20 juta," katanya.

Bukan hanya kemudahan pembelian dengan program Rp 20 juta, Samara Suites juga telah bekerja sama dengan beberapa bank nasional yang juga menawarkan berbagai kemudahan. Program pembelian dengan Rp 20 juta dan libur bayar hingga September ini juga bisa dilanjutkan dengan tunai bertahap (installment) selama dua tahun. Tipe unit yang ditawarkan mulai satu kamar tidur (40 m2) hingga tiga kamar tidur (3+1/167 m2) seharga mulai Rp 1,8 miliar dan untuk informasi lebih lanjut bisa diakses melalui www.samarasuites.id.



Simak Video "Seputar Zakat Fitrah Online, Hukum dan Keabsahannya Menurut BAZNAS"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)