Rumah Baru untuk Korban Banjir-Longsor Luwu Utara Mulai Dibangun

Tim Detikcom - detikFinance
Minggu, 08 Agu 2021 17:27 WIB
Penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Luwu terus dilakukan selama masa penetapan tanggap darurat oleh Pemerintah Daerah 14 Juli-12 Agustus 2020 hingga pascabencana.
Kondisi pascabanjir Luwu Utara/Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta -

Masyarakat korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu Utara mendapatkan bantuan rumah. Pembangunan rumah hunian tetap (huntap) bantuan BNPB tersebut resmi dimulai.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani melakukan peletakan batu pertama alias groundbreaking dibangunannya proyek ini. Pembangunan dilakukan di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, termasuk di lokasi berdirinya hunian sementara (Huntara) tempat korban tinggal selama ini.

Indah mengatakan, Huntap (hunian tetap) sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama yang terdampak langsung dengan bencana. Untuk itu, kata dia, menjadi penting bagi penyedia/aplikator memperhatikan potensi kendala non teknis seperti kondisi cuaca, agar tidak menghambat pencapaian akselerasi pembangunan huntap.

"Meskipun dalam kontraknya 360 hari, tapi kalau bisa dipercepat, tolong dipercepat. Manfaatkan betul informasi dari BMKG, serta dukungan masyarakat, untuk memastikan bahwa, kalau pun ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, tapi itu bisa segera diatasi serta mendapatkan solusi," ujar Indah dalam keterangannya, Minggu (8/8/2021).

Sementara itu, General Manager Tatalogam Group Krisna Dewanti, selaku penyedia huntap yang disebut rumah Domus ini mengatakan, rumah Domus tidak memerlukan waktu lama dalam pembangunan. Bila lahan sudah siap, kurang dari 2 pekan rumah sudah bisa terbangun.

"Rumah Domus memang didesain agar bisa dibangun dengan waktu yang relatif singkat. Pembangunan Rumah Domus hanya membutuhkan waktu 10 hari saja jika lahan sudah siap. Pemasangannya juga cukup mudah sehingga masyarakat lokal dapat ikut berperan dalam pembangunan. Kami memberikan pelatihan tukang sebelum memulai pekerjaan di semua lokasi pembangunan," ujarnya.

Selain kecepatan waktu pembangunan dan harga yang ekonomis, Krisna melanjutkan, Rumah Domus dirancang dengan konsep Rumah Tahan Gempa (RTG), yang dibuktikan dengan hasil uji laboratorium dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Rumah Domus tidak terbuat dari kayu strukturnya, sehingga selain tahan gempa juga ramah lingkungan. Materialnya banyak menggunakan baja ringan. Karena itu ketahanan bangunan Rumah Domus minimal 25 tahun," terang Krisna lagi.

CFO Tatalogam Group, Wulani Wihardjo menambahkan, inovasi produk rumah Domus ini merupakan salah satu bentuk dukungan penuh Tatalogam Group pada program pemerintah untuk pengadaan rumah untuk rakyat Indonesia.

Ia menambahkan, sekitar 400 unit Domus tipe Cendrawasih rencananya akan rampung dalam waktu dekat.



Simak Video "Beli Rumah Seharga Satu Piring Nasi Goreng, Mau?"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)