Beli Rumah Murah Bukan Mustahil, Ini Siasat Dapatkan dan Belinya

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 20 Okt 2021 07:00 WIB
KPR
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Memiliki rumah dapat disebut gampang-gampang susah. Tak sedikit orang yang mencari promo bunga rendah hingga harga miring untuk mendapatkan rumah. Apalagi bagi generasi milenial yang belum memiliki rumah karena belum menemukan yang tepat dan belum mampu secara finansial.

Ibaratkan pepatah menyebut banyak jalan menuju roma, begitupun dengan jalan agar mendapatkan rumah. Apalagi saat ini pemerintah memiliki banyak program untuk mendapatkan rumah murah termasuk bagi detikers yang memiliki pendapatan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Konsultan Property Ruby Herman mengatakan, catatan pertama untuk membeli rumah adalah harus sesuai dengan kemampuan finansial. Hitungannya bagi generasi milenial yang memiliki upah minimum provinsi (UMP) bisa mengalokasikan sepertiga dari upah untuk membeli rumah.

Artinya, mereka harus mencari rumah dengan cicilan sepertiga dari penghasilan bulanan. "Jadi saran saya buat milenial bergaji UMP belilah yang sesuai dengan kemampuannya atau sesuai dengan rasio dari UMP," kata Ruby kepada detikcom, Selasa (19/10/2021).

"Misalnya anggap UMP itu Rp 4,2 juta atau Rp 4 juta kita anggap sepertiganya. Jadi carilah properti yang harga cicilannya kurang lebih Rp 1 jutaan. Ada nggak? Ada, salah satunya yaitu rumah subsidi, dengan rumah subsidi teman-teman bisa membeli properti sesuai kemampuan," sambung Ruby.

Setelah berhasil menyelesaikan akad pembelian rumah subsidi KPR, Ruby juga menyarankan agar generasi milenial atau pembeli rumah lainnya untuk mencari pekerjaan sampingan (side hustle) untuk menopang pembayaran cicilan tiap bulannya.

"Saat akad, mulailah mencari penghasilan tambahan atau side hustle, semakin besar semakin bagus. Siapa tahu di tahun ketiga atau kelima penghasilan tambahan terkumpul bisa jual propertinya lalu upgrade ke properti yang lebih bagus karena mengalami peningkatan dari sisi pekerjaan," katanya.

Sebagai informasi, beberapa jenis rumah KPR subsidi yang diberikan pemerintah yaitu Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga 5% sepanjang masa kredit, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Berbasis Tabungan (BP2BT) dengan bantuan uang muka hingga Rp40 juta dan Tabungan Perumahan Rakyat dengan bunga 5% hingga 30 tahun.

Seluruh program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di bawah Rp 8 juta, termasuk berpenghasilan UMP.

Rumah murah pun bisa didapat dari situs penjualan rumah resmi seperti rumahmurahbtn.co.id. Di dalamnya terdapat beberapa rumah yang dibanderol mulai Rp 15 juta dengan skema pembayaran cessie.

Nah, skema cessie ini berbeda dengan jenis pembayaran properti lain seperti cash keras, cash bertahap dan KPR. Skema cessie ini menempatkan calon pembeli sebagai orang yang membayar sisa kredit atau utang bank dari rumah yang dipasarkan.

Setelah calon pembeli membayar ke bank, lalu calon pembeli bertemu dengan pemilik rumah lama untuk mengurus persoalan pemindahan nama sertifikat. Biasanya untuk pemindahan nama ini juga dikenakan sejumlah uang. Demikian penjelasan singkat mengenai skema cessie.

(eds/eds)