Kementan Prediksi Luas Tanam di Sulteng Berkurang Akibat Gempa

Kementan Prediksi Luas Tanam di Sulteng Berkurang Akibat Gempa

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Selasa, 09 Okt 2018 19:19 WIB
Petani Sigi Panen Padi Usai Gempa Foto: Pradita Utama
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat luas tanam di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk sektor pertanian berkurang menjadi 7.000 ha. Hal itu dikarenakan gempa dan tsunami yang baru saja terjadi.

Menurut Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi Nursyamsi pada dasarnya pihaknya menargetkan luas tambah tanam di Sulteng pada bulan Oktober mencapai 13 ribu ha. Namun, angka ini diperkirakan menurun akibat bencana yang terjadi.

"Diperkirakan Oktober ini kita harusnya bisa sampai 12-13 ribu ha. Tapi ini mungkin diperkirakan menurun jadi 6.000-7.000 ha," jelas dia kepada detikFinance, Selasa (9/10/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lebih lanjut, ia menjelaskan hal tersebut dikarenakan rusaknya lahan pertanian. Ia menggambarkan lahan pertanian tersebut ada yang ambles ke dalam tanah dan ada yang bergelombang sehingga perlu adanya perbaikan.

"Itu ada yang ambles, geser dan jadinya bergelombang. Perlu perbaikan itu tapi butuh waktu lama," jelasnya.

Dedi pun mengungkapkan berkurangnya luas tanam tersebut diperkirakan akan mempengaruhi produksi pertanian di provinsi Sulawesi Tengah. Sebab, dari empa dari lima sentra produksi terdampak gempa.

"Ini pasti berpengaruh, soalnya di Sulteng ini ada lima sentra produksi dan yang terkena itu empat, yaitu Sigi, Poso, Donggala, Palu dan Parigi Moutong," papar dia.


Sementara itu, Kementan sendiri terus berupa untuk mendorong perbaikan di sektor pertanian. Misalnya dengan mendirikan 40 posko serta membagikan benih serta pupuk gratis kepada para petani. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads