Follow detikFinance
Selasa 14 Nov 2017, 10:07 WIB

Mantan Karyawan Ini Sukses Bisnis Sulaman Beromzet Rp 35 Juta/bulan

Hendra Kusuma - detikFinance
Mantan Karyawan Ini Sukses Bisnis Sulaman Beromzet Rp 35 Juta/bulan Foto: Hendra Kusuma-detikFinance
Jakarta - Memutuskan untuk keluar dari pekerjaan memanglah bukan hal yang mudah, apalagi jika keputusan tersebut belum dilengkapi dengan rencana atau planing ke depannya. Namun, resign dari satu pekerjaan guna mengasah kegemaran yang berujung pada pundi-pundi penghasilan menjadi keuntungan sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh Sujiati, wanita kelahiran Blitar, 45 tahun silam ini yang memilih untuk menyudahi sebagai pegawai swasta setelah 13 tahun lamanya mengabdi. Dia, memilih untuk berhenti lantaran ingin memberikan waktu lebih kepada anak-anaknya.

"Saya harus bisa usaha sendiri, karena saya seorang ibu dan harus menjaga anak saya," kata Sujiati kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Mantan Karyawan Ini Sukses Bisnis Sulaman Beromzet Rp 35 Juta/bulanFoto: Hendra Kusuma-detikFinance

Sujiati mengaku sangat menggemari menyulam, meski hanya sebatas senang pada akhirnya dirinya memaksimalkan kegemarannya tersebut untuk meraup banyak untuk, yakni membuat beberapa produk sulam yang berbahan baku kain.

Memulai sejak 2012, produk kerajinan tangannya itu mulai dari dompet, tas, hiasan dinding, taplak meja, sarung bantal kursi, hingga selimut untuk tidur atau bedcover.

"Modal awalnya dulu Rp 1 juta untuk beli kain, jarum, benang, sama buku panduan, saya belajar otodidak, karena cuma sebatas senang," tambah dia.

Mantan Karyawan Ini Sukses Bisnis Sulaman Beromzet Rp 35 Juta/bulanFoto: Hendra Kusuma-detikFinance

Dia mengaku, pada awal memulai produksi kerajinan tangan ini sulit untuk menjualnya. Namun, seperti gayung bersambut produknya tersebut dijual oleh tetangganya yang notabene selalu mengantar dan menunggu anaknya sekolah. Produk kerajinan tangannya ini mulai ditawarkan kepada para ibu-ibu yang mengantar anak, dan mulai laku keras.

"Mulai dari situ, temannya tetangga saya itu jual lagi ke teman-temannya, dan saya juga coba jual di media sosial seperti facebook," ungkap dia.

Mulai mendapatkan pesanan yang cukup banyak, pada akhirnya Sujiati juga memutuskan untuk merekrut tenaga kerja yang berasal dari lingkungan tempat tinggalnya. Setidaknya sampai saat ini, sudah terdapat 5 orang penyulam, dan 2 orang penjahit.

Tidak hanya itu, pemilik produk kerajinan dengan merek Jihan Handmade ini juga telah terdaftar sebagai UKM binaan Pemerintah Provinsi Sidoarjo, Jawa Timur, serta memiliki banyak tenaga kerja lepas, di mana para tenaga kerja ini nantinya akan memproduksi beberapa hasil pemesanan.

Dengan mulai banyaknya pesanan, ibu dengan 3 anak ini memilih pada 2015 untuk menyiapkan segala bentuk perizinan usaha, agar hasil produksinya memiliki nilai tambah.

Dia melanjutkan, selain Jawa, Jakarta dan sekitarnya, produk sulamnya ini sudah ke beberapa daerah di Indonesia, mulai dari Batam, Pontianak, Manado, hingga Bali. Pembelinya ini beragam, mulai dari masyarakat biasa yang ingin menggunakan sendiri hingga pemesan yang biasa untuk dijadikan souvenir.

Mantan Karyawan Ini Sukses Bisnis Sulaman Beromzet Rp 35 Juta/bulanFoto: Hendra Kusuma-detikFinance

Mengenai harga jual produk dari kain perca ini juga relatif terjangkau, mulai dari Rp 40 ribu untuk dompet, untuk tas dibanderol sekitar Rp 350 ribu sampai Rp 900 ribu, dan yang paling mahal bisa mencapai Rp 3 juta yakni untuk selimut tidur.

Mengenai untuk keuntungan atau omzet yang didapatnya hingga saat ini berkisar Rp 35 juta per bulan atau jauh lebih tinggi dibandingkan penghasilan semasa masih menjadi pegawai swasta.

"Modal Rp 1 juta omzetnya dulu 3 kali lipat, kalau sekarang mozet di atas 35 juta per bulan," ungkap dia.

Sujiati memastikan, bahwa apa yang didapatnya saat ini telah melalui berbagai macam masalah, seperti lambannya pelunasan dari para pembeli. Pasalnya, orang yang berusaha itu membutuhkan dana untuk mengembangkan bisninya.

"Ada orang order, baru kasih uang muka, karena kita kadung kerjain, tapi pelunasannya lama, jadi bayarnya agak molor, sedangkan usaha itu kan harus memutarkan dana," kata dia.

Wanita yang akrab disapa Ati ini mengatakan, produk sulam hasil kerajinan tangannya ini selain terus ikut pameran-pameran yang diselenggarakan pemerintah juga dijual secara online.

"Suami saya juga memberikan suport ke saya, ketika saya memutuskan untuk berjualan, karena dia yang antar beli kain, dan apalagi mengetahui produk yang dibuat merupakan kerajinan tangan," tukas dia. (dna/dna)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed