Follow detikFinance
Senin, 01 Okt 2018 15:30 WIB

Tapal Batas

Ternak Babi di Perbatasan, Mama Papua Ini Untung Rp 10 Juta/Bulan

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Skouw -

Sejak 5 tahun belakangan ini, Sofia Soneta Ananta, punya kesibukan rutin di rumahnya. Ibu tiga anak yang biasa disapa Mama Sofia ini setiap pagi dan sore bergelut dengan puluhan ekor babi yang dipelihara di kandang belakang dapur rumahnya.

Selain pendapatannya yang besar, beternak babi menurut Sofia, relatif tak terlalu merepotkannya di sela-sela urusan tugas rumah tangga.

"Beres. Sudah tidak bau lagi, karena babi-babinya sudah dimandikan," ucap Sofia yang baru selesai bergelut dengan selang air membersihkan kandangnya saat ditemui detikcom di rumahnya di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

Kandangnya berderet tepat berada di belakang dapur rumah, sehingga ibu dua anak ini tak perlu repot wara-wiri memberi makan ternaknya yang kini sudah beranak pinak menjadi 40 ekor tersebut. Dalam sebulan, dia mengaku bisa mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp 10 juta dari menjual anakan babi.

Beternak babi dilakoninya dari usaha sampingannya selain bertani. Sebelum populasinya sebanyak saat ini, Sofia memberanikan diri mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BRI Unit Skouw, Kota Jayapura.

"Sekarang totalnya ada 47 ekor, ditambah anakan baru lahir 7 ekor, yang besar indukan ada 6, jantan 1 ekor. Mau nambah lagi sampai 100 ekor khawatirnya kewalahan. Yang dijual anakan, karena babi indukan itu kan beranak terus," ungkap Sofia.

Foto: Muhammad Ridho

Fasilitas kredit KUR dari BRI diterima sebesar Rp 20 juta yang digunakannya untuk menambah jumlah indukan. Dikatakannya, pasar anakan babi sendiri relatif cukup besar di Kota Jayapura. Dari usahanya tersebut, Sofia bahkan mengaku bisa menyekolahkan ketiga anaknya di Kota Yogyakarta.

"Sekarang jadi pekerjaan utama, dulu kan garap ladang. Karena di sini tidak jual dagingnya, tapi jual anakan babi per ekornya Rp 1,3 juta. Yang beli dari Kota (Jayapura), Wamena juga ada, sampai Keerom. Kalau pemerintah ada program (pemerintah) bantuan babi ke warga, juga buat pengadaan sering belinya dari sini. Dari babi anak semua bisa bersekolah di Jawa," ucap Sofia.

Selain beternak babi, sisa pekarangan di belakang rumahnya dimanfaatkan untuk memelihara beberapa ekor sapi. Dia mengaku berencana kembali mengajukan kredit di BRI Unit Koya yang hanya berjarak 200 meter dari rumahnya tersebut.

"Itu sapi-sapi milik saya. Ini ada rencana mau tambah babi lagi, terutama buat indukan. Selama ini pakan kan tidak ada masalah, karena mudah untuk pakan babi," kata Sofia.

Foto: Muhammad Ridho

Diungkapkannya, lantaran populasinya terus bertambah, untuk urusan memandikan dan memberi pakan puluhan ekor babi, Sofia kini mempekerjakan dua orang kerabatnya.

"Memang sip agak cape, tapi senang bisa pelihara banyak babi. Ini saya dibantu sama dua keponakan," tutur Sofia.

Ikuti cerita menarik lainnya mengenai perbatasan Indonesia di Tapal Batas detikcom.



(idr/fdl)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed