Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 02 Feb 2019 08:57 WIB

Ibu Rumah Tangga Ini Bikin Lampion Handmade Beromzet Jutaan Rupiah

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Dok. wachid_griyalampion Foto: Dok. wachid_griyalampion
Jakarta - Menjadi ibu rumah tangga tak menghalangi kreativitas seseorang. Misalnya saja, Ummu Latif yang tetap berkarya meski telah menjadi ibu dari tiga orang anak.

Ummu sendiri menjual lampion handmade di Kendal, Jawa Tengah. Bisnisnya dimulai di tahun 2014 kala ia bergabung dalam komunitas UMKM.

Dalam komunitas tersebut, ia bekerja sama dengan temannya. Namun, sang teman tak dapat melanjutkan sehingga ia meneruskan bisnis tersebut sendiri.

"Awal mulanya tahun 2014 itu saya join-an gabung di komunitas tapi habis itu teman nggak bisa. Ya sudah terusin sendiri," kata dia kepada detikFinance, Kamis (31/1/2019).


Lebih lanjut, Ummu sendiri mengatakan bahwa ia belajar membuat lampion secara otodidak melalui internet. Keisengan tersebut yang akhirnya berbuah keberhasilan.

Ia sendiri sebelumnya telah berbisnis kotak tisu dengan bahan dasar flanel. Namun, karena dirasa membosankan ia mencari inspirasi lain.

"Otodidak sendiri dari Google. Saya kan memang awalnya jualan dulu kotak tisu lah dari flanel terus bosen, iseng ingin yang lain akhirnya ketemu lampion dengan kain flanel," papar dia.

Wanita berusia 33 tahun ini menjelaskan membangun usahanya tak lepas dari tantangan. Sebab, banyak cemoohan dari teman hingga keluarga atas bisnis yang ia kerjakan.

Ibu Rumah Tangga Ini Bikin Lampion Hand Made Omzet Jutaan RupiahFoto: Dok. wachid_griyalampion

Namun, tak pantang arah ia mencoba tak mendengarkan cemoohan tersebut dan hanya ingin membuktikan kesuksesan dari usahanya.

"Sebenarnya ada omongan-omongan tapi kalau nurutin omongan, dengerin itu nggak maju-maju. Itu ada teman, ada keluarga juga tapi kan mereka nggak ngerasain yang penting saya bisa dan suka," ungkap dia.

Perihal modal, ia mengaku membangun bisnis hanya menggelontorkan uang sebanyak Rp 200.000. Uang tersebut ia peroleh dari kantong pribadinya dan sang teman.

"Modalnya Rp 200.000. Itu saya Rp 100.000 dan teman juga Rp 100.000 itu untuk semua biaya packing plastik dan perintilannya," terang dia.


Alhasil, dari modal sebesar Rp 200.000 kini ia mampu memiliki omzet sebesar Rp 3 juta per bulan. Angka tersebut ia peroleh dari penjualan lampion berharga Rp 55.000-80.000.

"Rata-rata per bulan itu dapat Rp 3 juta. Tapi pernah juga Rp 7 juta kalau ramai," jelasnya.

Adapun, ia menjual tiga jenis lampion, yakni kaligrafi, bola, dan karakter yang masing-masing harganya bervariasi.

"Ada tiga seri, kaligrafi, bola dan karakter. Karakter yang kecil itu Rp 55.000 kalau yang besar Rp 65.000. Kalau yang bola kecil Rp 60.000 dan besar Rp 70.000. Kalau yang kaligrafi kecil 75.000 dan yang besar Rp 80.000," tutup dia.

Sementara itu, jika tertarik membeli lampion dapat dilihat di Instagram @wachid_griyalampion. (ara/ara)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com