Membidik Peluang Usaha di Balik Kewajiban Pakai Masker

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2020 10:17 WIB
Sejumlah pegawai kembali bekerja di kantor usai sebelumnya bekerja dari rumah. Guna cegah virus Corona para pegawai pakai face shield hingga masker saat bekerja
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) kompak mewajibkan warganya mengenakan masker dan menerapkan denda bagi yang tidak patuh. DKI mengenakan denda Rp 250 ribu bagi masyarakat yang tak pakai masker sejak Juni 2020 lalu. Sementara, Jabar mengenakan denda Rp 100-150 ribu yang berlaku mulai 27 Juli 2020.

Per 19 Juli 2020, DKI mengumpulkan denda lebih dari Rp 100 juta dari 27 ribu warga yang melanggar atau tak menggunakan masker. Nah, ternyata aturan pengenaan denda itu bisa dijadikan peluang usaha bagi masyarakat yang mau memulai bisnis baru.

Menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho, tingginya aktivitas masyarakat di masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat kebutuhan akan masker, baik non-medis maupun medis meningkat.

"Kalau di Indonesia apakah peluang usahanya sangat besar, kalau menilik jumlah penduduk Indonesia kan besar sekali yang harus pakai masker. Dan angka orang yang terinfeksi belum melandai juga. Berarti kan masih tinggi penyebarannya," kata Andy ketika dihubungi detikcom, Kamis (23/7/2020).

Kemudian, Andy mengatakan maraknya aktivitas olahraga, terutama bersepeda makin memperbesar peluang untuk membuka bisnis masker, apalagi masker yang bisa digunakan untuk olahraga. Meski adanya pro kontra tentang baik atau tidak menggunakan masker untuk olahraga, menurut Andy cara mengatasinya adalah mengedukasi pelanggan sebaik mungkin.

Selain itu, seorang pebisnis baru bisa fokus di salah satu komunitas cabang olahraga. Misalnya komunitas pesepeda. Maka, channel itu bisa digunakan sebagai target pasar di awal membuka bisnis.

"Dengan pro kontra yang ada, kita ini kan dalam kerangka berbisnis. Tetap dilihat peluangnya adalah dengan diwajibkannya orang pakai masker, pasti makin banyak orang yang pakai masker. Di satu sisi masyarakat bisa dimanfaatkan sebagai alat branding. Bisa juga menembak komunitas-komunitas para olahragawan tersebut, atau lebih spesifik komunitas olahragawan itu dia jenis olahraganya apa. Terus saya juga lihat ada komunitas pendaki gunung, dia bikin masker plus buff, jadi multifungsi ," jelas Andy.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Masker Katup Tak Mampu Tangkal Penularan Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]