Perajin Papua 'Sulap' Batok Kelapa Jadi Produk Bernilai Jutaan

Muslimin Abbas - detikFinance
Sabtu, 19 Sep 2020 22:30 WIB
Produk Kerajinan batok kelapa yang ditampilkan perajin asal Papua
Foto: Muslimin Abbas/detikcom: Perajinan produk batok kelapa dari Papua
Ambon -

Siapa sangka limbah tempurung kelapa bisa diolah menjadi kerajinan bernilai jual tinggi. Hal itulah yang dilakukan oleh kelompok usaha Kobek Millenial Papua, yang dipimpin Yane Maria Nari.

Mama Yane Maria Nari (55), perempuan asli Papua telah lebih dari 20 tahun yang lalu menekuni kerajinan daur ulang sampah dari limbah kertas dan plastik. Dari hasil belajar membuat kerajinan daur ulang dari limbah tempurung kelapa dengan perajin di Yogyakarta, mama Yane dan anggota kelompok Kobek Millenial Papua akhirnya dapat menghasilkan sejumlah kerajinan, mulai dari lampu hias, peralatan makan dan minum, pernak pernik hiasan rumah tangga, hingga jepit rambut dan anting-anting.

"Satu minggu saya mempelajari seluk beluk tentang kerajinan tempurung kelapa dan setelah itu saya pulang hingga hari ini masih menggeluti kerajinan itu," ungkap Mama Yane.

Nama kelompok Kobek Millenial Papua yang diusulkan oleh Mama Yane sendiri memiliki makna yang berarti, "Kobek itu artinya kelapa dalam bahasa Biak. Millenial Papua yang juga berarti era milenial saat ini kita harus lebih semangat dalam apapun," kata Mama Yane mantap.

Dalam kelompok Kobek Millenial Papua, Mama Yane dibantu oleh 5 orang yang terdiri dari sanak keluarganya untuk memproduksi kerajinan tempurung kelapa sekaligus menjual hasil kerajinannya. Harga produk yang dipatok untuk setiap hasil kerajinannya, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 2 jutaan. Total omzet atau penjualan dari sejak didampingi Pertamina dari tahun 2019 hingga saat ini telah mencapai puluhan jutaan rupiah.

Penjualan kerajinan tempurung kelapa yang dikerjakan oleh Mama Yane dan kelompoknya ini kebanyakan mendapatkan pesanan melalui facebook "Kobek Millenial Papua" yang dibantu juga pembuatan akunnya oleh Pertamina. Selain itu, Mama Yane juga menjajakan hasil kerajinannya di pinggir jalan raya perempatan Kelurahan Imbi, Kota Jayapura.

Selain membuatkan laman facebook, Pertamina juga membuatkan kartu nama sebagai sarana promosi Mama Yane. "Jadi siapa saja yang pernah melihat kerajinan yang kami buat ini pasti tak lupa saya sisipkan kartu nama, agar orang-orang itu bisa mengingat kerajinan yang kami buat," ujar Mama Yane.

Dipesan untuk bingkisan PON XX di Papua. Langsung klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Kaki Kuda Tempurung Kelapa, Permainan Tradisional Tomohon"
[Gambas:Video 20detik]