2 Pegiat Usaha Perempuan Ini Buktikan Pandemi Tak Halangi Bisnis

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 08:40 WIB
Pemilik Kamalika Artprints, Winarti Handayani
Pemilik Kamalika Artprints, Winarti Handayani (Foto: Tokopedia)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai telah memukul berbagai sektor ekonomi, tak terkecuali para pelaku usaha. Mereka harus bertahan dengan inovasi tanpa batas, agar bisnis yang dijalani mampu terus hidup dan tak tergerus pandemi.

Seperti halnya Pemilik Usaha Kamalika Artprints Winarti Handayani (42) yang mengawali karier sebagai seorang pelukis dan ilustrator buku anak. Pada 2013 ia mendirikan Kamalika Artprints dan menjual beragam produk kartu ucapan, stationery serta tas yang dilukis sendiri.

Namun, di awal pandemi, kenyataan pahit harus dihadapi Winarti. Seluruh toko offline miliknya terpaksa tutup sehingga omzet turun cukup drastis. Winarti langsung cepat beradaptasi dengan memanfaatkan platform digital atau marketplace karya anak bangsa.

"Saya bersama tim akhirnya mulai melakukan inovasi produk yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah pandemi. Selain kartu ucapan, kini Kamalika Artprints juga menjual masker kain, celemek, outerwear, rok dan produk dekorasi rumah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021).

Lambat laun, penjualan Kamalika Artprints pun berangsur membaik sehingga jumlah karyawannya juga bertambah.

"Kini 100% transaksi dilakukan lewat Tokopedia. Jumlah transaksi toko meningkat lebih dari 30 kali lipat pada Desember 2020 lalu jika dibandingkan dengan bulan pertama buka toko di Tokopedia (April 2020). Bahkan produk kami bisa menjangkau Kalimantan dan Sulawesi," ungkap Winarti.

Winarti juga membagikan tips kepada perempuan pegiat usaha yang sedang membangun bisnis. "Bekerja dengan tekun dan terus melakukan inovasi sesuai perkembangan pasar. Inilah kunci agar bisa bertahan di tengah pandemi," ungkapnya.

Selain Winarti, perempuan pegiat usaha lain yang mampu bertahan adalah Eveline Wirawan. Berawal dari kecintaan pada pakaian tidur, Eveline yang berusia 26 tahun ini, memulai usaha piyama Kitakita pada 2018. Saat ini, Eveline mempekerjakan 8 karyawan dari masyarakat sekitar yang membantu mulai dari proses produksi hingga pengemasan.

Eveline mengaku kehadiran Tokopedia sangat membantu proses usahanya menjadi lebih mudah dan efisien. Sejak bergabung pada Maret 2020, hampir 100% penjualan Kitakita berasal dari Tokopedia.

"Omzet per bulan kami pun melonjak 2 kali lipat," tambah Eveline.

Produk Piyama KitakitaProduk Piyama Kitakita (Foto: Tokopedia)

Ia juga kerap melakukan inovasi produk agar selalu relevan. Pihaknya bekerja sama dengan perajin kain dari Bali untuk koleksi piyama motif tiedye. Selain bisa membantu perajin lokal, kolaborasi ini juga menghasilkan produk dengan motif ciri khas Kitakita.

"Saya mulai menggunakan kemasan ramah lingkungan. Saya juga terlibat dalam aksi donasi bersama salah satu organisasi peduli lingkungan," terangnya.

Eveline menunjukkan harapan bagi para pegiat usaha lokal, terutama perempuan. "Di era teknologi saat ini, semua punya kesempatan yang sama untuk membangun usaha. Perempuan harus berani memulai dan jeli dalam melihat peluang usaha meskipun di tengah pandemi," pungkasnya.

(ncm/hns)

Tag Terpopuler