ADVERTISEMENT

Amortisasi Adalah: Pengertian dalam Akuntansi & Cara Hitung

Anindyadevi Aurellia - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2022 19:34 WIB
Ilustrasi amortisasi.
Foto: PiggyBank/Unsplash
Jakarta -

Amortisasi menjadi kata yang jarang didengar, hanya akuntan yang memahaminya. Namun sejatinya setiap usaha membutuhkan pengertian mengenai amortisasi. Simak berikut ini penjelasan mengenai amortisasi.

Amortisasi Adalah

Johar Arifin dalam bukunya yang berjudul Akuntansi Pajak Ms Excel menjelaskan aset tidak berwujud bisa diturunkan nilainya dalam jangka waktu tertentu, istilah ini disebut amortisasi. Amortisasi mengacu pada pengurangan membayar biaya pokok dan bunganya.

Beda Amortisasi dan Depresiasi di Akuntansi

Perbedaan utama antara amortisasi dan depresiasi adalah:

  • Amortisasi membebankan biaya aset tidak berwujud, sedangkan depresiasi melakukannya untuk aset berwujud.
  • Amortisasi dibebankan ke beban pada setiap periode pelaporan. Sebaliknya, depresiasi lebih banyak penyusutan yang diakui selama periode pelaporan lebih awal daripada periode pelaporan selanjutnya.
  • Perhitungan amortisasi biasanya tidak memasukkan nilai sisa, karena aset tidak berwujud biasanya tidak dianggap memiliki nilai jual kembali setelah masa manfaatnya telah berakhir. Sebaliknya, aset berwujud mungkin memiliki beberapa nilai sisa, sehingga jumlah ini lebih mungkin untuk dimasukkan dalam perhitungan penyusutan.

Cara Hitung Amortisasi

Amortisasi Pinjaman Anda

1. Hitung Jumlah Pokok, Suku Bunga, dan Jangka Waktu Pinjaman

Langkah pertama dalam menghitung amortisasi Anda adalah mengumpulkan informasi. Prinsipal mengacu pada jumlah uang yang Anda pinjam. Jika Anda telah melakukan pembayaran pinjaman, jangan memasukkannya ke dalam perhitungan amortisasi Anda.

Misalnya, jika Anda meminjam Rp 500.000 dan telah membayar Rp100.000, mulailah perhitungan Anda dari Rp400.000. Anda juga menggunakan tingkat bunga Anda dalam perhitungan, yang seharusnya tersedia dalam dokumen pinjaman asli Anda.

Anda mungkin perlu mengubah tingkat bunga tahunan Anda menjadi tingkat bulanan. Hal terakhir yang Anda butuhkan adalah waktu Anda harus melunasi pinjaman Anda.

2. Buat Berapa yang Ingin Dibayar

Buat baris untuk setiap bulan yang ingin Anda bayar. Misalnya, jika jangka waktu pinjaman Anda adalah tiga tahun, Anda mungkin memerlukan 36 baris. Anda dapat membuat tabel ini dalam spreadsheet sehingga Anda dapat menggunakan kemampuan persamaannya.

3. Hitung Pembayaran Bulanan

Di bawah kolom "Pembayaran bunga (bulanan)", masukkan pembayaran bunga Anda selama satu bulan. Kurangi bunga dari total pembayaran Anda untuk mendapatkan pembayaran pokok, yang dapat Anda masukkan di bawah kolom "Pembayaran pokok".

4. Tentukan Pembayaran Bulan Kedua

Kurangi pembayaran bulan pertama dari jumlah pokok. Perbedaannya adalah pembayaran pokok Anda untuk bulan kedua. Anda dapat terus melakukan perhitungan ini untuk setiap bulan periode pinjaman Anda.

Karena jumlah pokok menurun, bunga yang dibayarkan atas pokok juga harus menurun. Jumlah pokok yang menurun menunjukkan amortisasi pinjaman Anda. Jika Anda telah memasukkan bagan ini ke dalam spreadsheet, Anda dapat dengan mudah menyalin rumus di dalam setiap sel di seluruh tabel, jadi Anda hanya perlu mengetikkan persamaan sekali.

5. Pantau Pembayaran

Anda dapat menggunakan bagan ini untuk memantau pembayaran Anda dan membuat pilihan cerdas tentang keuangan Anda. Misalnya, jika Anda memiliki sedikit uang ekstra untuk dicurahkan untuk melunasi hutang Anda, Anda dapat melihat grafik amortisasi untuk menentukan pinjaman apa yang memiliki bunga tertinggi.

- Amortisasi untuk Aset Tidak Berwujud

1. Temukan Nilai Sisa

Pertama, temukan nilai dasarnya, atau jumlah yang Anda bayarkan, dan nilai residunya. Nilai sisa adalah nilai aset pada akhir kegunaannya bagi Anda. Aset tidak berwujud memiliki nilai pada akhir kegunaannya karena itu bukan aset fisik.

2. Bagi dengan Masa Aset

Setelah Anda memiliki nilai aset tidak berwujud, Anda dapat membagi nilainya dengan tahun masa aset tersebut bisa digunakan. Masa manfaat aset tidak berwujud mengacu pada waktu Anda dapat menghasilkan keuntungan menggunakan aset tidak berwujud.

3. Catat Biaya pada Laporan Laba Rugi

Setiap tahun, Anda dapat mencatat nilai aset. Anda dapat mencatat penurunan nilai amortisasi untuk tahun tersebut. Sehingga laporan laba rugi secara akurat mencerminkan kepemilikan aset.

Nah detikers, itulah tadi penjelasan seputar amortisasi. Semoga kamu dapat memahaminya, ya!



Simak Video "Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT