Biaya Produksi Naik, UMKM Perempuan Didorong Bidik Pasar Luar Negeri

Biaya Produksi Naik, UMKM Perempuan Didorong Bidik Pasar Luar Negeri

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 26 Apr 2026 08:41 WIB
UMKM Perempuan
Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga
Jakarta -

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadapi tekanan kenaikan biaya produksi di tengah kondisi ekonomi global. Situasi ini mendorong pelaku usaha untuk mencari strategi baru, termasuk memperluas pasar hingga ke luar negeri.

Hal tersebut disampaikan dalam sebuah webinar yang diikuti lebih dari 500 pelaku UMKM dari berbagai daerah. Dalam forum itu, dibahas upaya menjaga daya saing di tengah kenaikan biaya dan tantangan pasar.

VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, mengatakan UMKM saat ini tengah diuji daya tahannya. Kenaikan biaya produksi dinilai berdampak langsung pada kemampuan menjual produk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"UMKM saat ini sedang diuji daya tahannya. Namun, indikator ekonomi kita menunjukkan kondisi yang cukup baik. Ketahanan yang kuat harus diiringi dengan inovasi dan kegigihan agar UMKM mampu membuka peluang pasar baru dan terus meningkatkan daya saingnya," ujar Rudi dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).

Salah satu strategi yang disorot adalah memperluas akses pasar, termasuk ke pasar internasional. Founder Kebab Turki Baba Rafi, Nilamsari Sahadewa, menilai fondasi bisnis yang kuat menjadi kunci untuk bisa tumbuh dan bertahan.

ADVERTISEMENT

Ia berbagi pengalaman membangun usaha dari skala kecil hingga berkembang ke berbagai negara. Menurutnya, pelaku UMKM perlu memperkuat budaya kerja, kesiapan sumber daya, serta strategi membangun merek agar mampu menghadapi pertumbuhan usaha dan situasi krisis.

Saat ini, jaringan Kebab Turki Baba Rafi telah memiliki lebih dari 1.600 outlet di 10 negara.

Data pembinaan UMKM juga menunjukkan peningkatan aktivitas pendampingan. Sepanjang Januari-Maret 2026, tercatat ada 1.323 sertifikasi, 267 pelatihan, serta 179 pameran lokal yang difasilitasi bagi UMKM binaan.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pendampingan terhadap UMKM masih diperlukan agar pelaku usaha lebih adaptif terhadap perubahan pasar.

"Pertamina berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM agar semakin tangguh, adaptif, dan berdaya saing, sehingga mampu tumbuh dan menembus pasar yang lebih luas, termasuk global," ujarnya.

Selain itu, efisiensi juga menjadi faktor penting di tengah kenaikan biaya. Penggunaan energi yang lebih hemat dinilai dapat membantu menekan beban produksi sekaligus meningkatkan daya saing.

Pelaku UMKM kini tidak hanya dituntut bertahan, tetapi juga mampu menyesuaikan strategi agar tetap tumbuh di tengah tekanan biaya dan perubahan kondisi pasar.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads