Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Jan 2019 08:24 WIB

Revisi, IMF Ramal Ekonomi Dunia Hanya Tumbuh 3,5%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Direktur Pelaksana dan Ketua IMF Christine Lagarde. Foto: Rachman Haryanto Direktur Pelaksana dan Ketua IMF Christine Lagarde. Foto: Rachman Haryanto
Davos - International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi ekonomi global dari sebelumnya 3,7% menjadi 3,5%.

Mengutip laporan IMF yang diterbitkan, proyeksi ini dilakukan IMF karena makin terlihatnya makin cepatnya perlambatan ekonomi di negara maju. Namun pada 2019 perekonomian global diproyeksi mulai membaik dan bisa mencapai 3,6%.

Perekonomian global masih tertekan oleh pengaruh masalah yang terjadi pada negara berkembang seperti Turki dan Argentina. Kemudian IMF juga menyebutkan ketegangan dagang antara dua negara raksasa China dan Amerika Serikat (AS) dinilai masih penuh ketidakpastian.

"IMF mengestimasi pertumbuhan ekonomi global 3,5% pada 2019 dan 3,6% pada 2020," tulis laporan tersebut, dikutip Selasa (22/1/2019).

Tak hanya untuk ekonomi global, IMF juga memproyeksi turun pertumbuhan ekonomi negara maju menjadi 2% pada 2019 dan 1,7% pada 2020. Sementara itu untuk negara berkembang IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,5% pada 2019, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 4,7%. Lalu untuk 2020, perekonomian di negara berkembang diproyeksi membaik jadi 4,9%.


Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menjelaskan saat ini ekonomi global masih terus dibayangi risiko yang lebih tinggi dari tahun lalu. Penyebabnya memang adalah efek negatif dari perang dagang antara China dan AS.

"Kami mengumumkan revisi pertumbuhan ekonomi menjadi ke bawah. Setelah dua tahun ada ekspansi yang kuat, ekonomi dunia kini tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan. Namun juga dibayangi peningkatan risiko," ujar Lagarde.

Menurut Lagarde, risiko ini sangat mempengaruhi perdagangan dunia. Apalagi adanya upaya peningkatan tarif produk juga turut mempengaruhi ketidakpastian di sektor keuangan global. Hal ini lah yang menyebabkan pasar keuangan bergerak volatil, termasuk di negara maju.

"Hal ini turut berkontribusi pada pengetatan kondisi stabilitas pasar keuangan, termasuk untuk negara maju. Faktor utama risiko ini adalah beban utang yang tinggi," ujarnya.



Saksikan juga video 'AS-China Memanas, Ekonomi Asia Diperkirakan Turun 0,9%':

[Gambas:Video 20detik]



Revisi, IMF Ramal Ekonomi Dunia Hanya Tumbuh 3,5%


(kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed