Kisah Pria Punya Harta Rp 5 T Setelah Jadi Anak Buah Bill Gates

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 29 Jul 2020 08:45 WIB
Bill Gates masak
Foto: Getty Images

Satya sempat kembali ke India untuk bekerja sebagai Komisi Perencanaan di bawah Perdana Menteri Manmohan Singh. Tim ini yang memberikan masukan kepada pemerintahan di berbagai sektor.

Selama karirnya, dia selalu ditemani oleh sang istri yang telah bersamanya sejak 1992, yaitu Anupama Nadella. Wanita ini telah menjadi kekasihnya sejak mereka di sekolah menengah ke atas.

Dari pernikahannya tersebut dia dikarunia tiga anak dan saat ini Washington dipilih sebagai tempat tinggal utama mereka.

Karir Cemerlang di Microsoft

Sejak bergabung dengan Microsoft yang berbasis di Redmond pada 1992, karirnya terus meningkat setiap beberapa tahun. Tercatat Satya pernah menjabat sebagai Vice President of the Microsoft Business Division, Senior Vice President of Research and Development Online Services Division, dan Vice President of Server and Tools Business.

Jabatan terakhirnya sebelum menjadi CEO Microsoft adalah Executive Vice President of Cloud and Enterprise. Pada posisi ini, dia bertugas membentuk strategi untuk Microsoft di bidang Cloud hingga sistem back-end untuk layanan online-nya.

Melalui Cloud, Satya membantu menjalankan dan mengintegrasikan layanan Microsoft seperti Bing, SkyDrive, Xbox Live, Windows Server, dan Visual Studio. Layanan ini, terutama Office, menjadikan posisi Microsoft di bidang Cloud cukup kuat.

Hingga akhirnya 2014, Satya didapuk menjadi CEO Microsoft menggantikan Steve Ballmer. Di bawah kepemimpinannya, Microsoft terus naik keuntungannya dan semakin jaya di bisnis Cloud, tidak cuma software.

Di bawah kepemimpinannya, pendapatan yang diperoleh perusahaan dari layanan Cloud melonjak langsung dari US$ 16,6 miliar (2011) menjadi US$ 20,3 miliar (2013).

Pada akhir 2015, perusahaan telah mengakuisisi perusahaan pengembangan video game Mojang sebesar US$ 2,5 miliar. Selain itu, di bawah kepemimpinannya pula Microsoft telah tumbuh menyalip Exxon Mobil menjadi perusahaan ke-2 yang paling berharga dengan US$ 410 miliar pada akhir 2015.

Halaman

(zlf/zlf)