Kisah Inspiratif

Suleyman Kerimov, Miliuner Muslim yang Sisihkan Semua Keuntungan buat Amal

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 04:30 WIB
Suleyman Kerimov
Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Suleyman Kerimov adalah salah satu pengusaha terkaya di Rusia. Kekayaan bersihnya berdasarkan perkiraan Majalah Forbes sekitar US$ 20,7 miliar per Desember 2020, atau setara Rp 300,15 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Kerimov telah membangun beragam portofolio kepemilikan dan investasi internasional yang memberinya kesuksesan besar sebagai pengusaha, investor, sekaligus dermawan. Demikian dilansir detikcom dari Richest Russian, Senin (3/5/2021).

Kehidupannya cukup sederhana. Dia lahir di Dagestan, Kaukasus Utara pada 1966. Setelah lulus SMA pada 1983, dia melanjutkan studi teknik sipil di Institut Politeknik Dagestan. Dia sempat mengabdi di militer selama 1984-1986. Kemudian dia kembali mengejar gelar pendidikan di Universitas Negeri Dagestan. Akhirnya lulus pada tahun 1989 dengan gelar BA di bidang Keuangan dan Ekonomi.

Kerimov kemudian bekerja di pabrik peralatan listrik Eltav sebagai asisten direktur jenderal dan ekonom. Dia tinggal sederhana bersama istrinya di sebuah apartemen kecil yang berdekatan dengan pabrik. Berkait kecakapannya, karirnya terus melesat.

Dia mulai mencapai tingkat kesuksesan finansial yang signifikan pada 1999, ketika dia membeli perusahaan minyak Nafta Moskva yang posisinya kala itu nyaris bangkrut. Tetapi Kerimov menggunakan asetnya sebagai jaminan untuk mengumpulkan pinjaman. Dia benar-benar mengubahnya menjadi raksasa holding investasi.

Kerimov kemudian membeli saham di perusahaan minyak dan gas Gazprom dan Sberbank. Pada 2005, Nafta mengambil alih perusahaan tambang emas dan perak terbesar Rusia, JSC Polymetal. Kemudian, pada 2007, perusahaan go public dengan IPO di Bursa Efek London.

Pada awal 2008, Kerimov telah menjual hampir semua aset miliknya di Rusia. Dia lebih suka melakukan diversifikasi secara global, dan dia secara bertahap membangun saham di AS dan sistem keuangan Eropa, terutama di Morgan Stanley, Goldman Sachs, Deutsche Bank, Credit Suisse, Fortis, dan RBS.

Akhirnya, Kerimov mengalihkan fokusnya kembali ke proyek domestik yang dirancang untuk memperkuat ekonomi Rusia, menarik investasi modal dari pemberi pinjaman dan individu. Pada 2009, Kerimov membeli hampir 40% perusahaan tambang emas terbesar Rusia, Polyus. Saat ini, keluarga Kerimov menguasai 77% Polyus, yang telah menjadi salah satu dari 10 perusahaan tambang emas teratas di dunia.