Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 01 Agu 2018 19:45 WIB

Jonan Blak-blakan soal Freeport hingga Blok Rokan

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
1 Jokowi Bangga RI Bisa Akuisisi 51% Saham Freeport
Halaman 2 dari 5
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra

Bangga nggak pak pemerintah akhirnya bisa akuisisi?

Kalau saya yakin mayoritas masyarakat Indonesia dan termasuk pemerintah dan presiden bangga dan kita bisa menguasai 51% kita bagi tugas lah. Kemudian hasilnya juga bukan hanya PNBP royalti, kan dinikmati oleh Inalum dan badan usaha yang dimiliki oleh Pemprov Papua dan itu. Ya tentunya bangga sekali.

Setelah ini ditandatangani ini tidak akan ada kelonggaran buat Freeport tetap aja harus ada persyaratan untuk IUPK perpanjangan?

Ini pertanyaan bagus sekali, ini tadi sebelum ke sini sudah ada dokumen di atas meja saya perpanjangan IUPK sementara. Saya kan kasih satu bulan lagi.

Inalum bersama Mc moran dan Ro Tinto penyelesaiannya ini rekeninya apa, transfernya ke rekeningnya apa. Penyerahan konversinya gimana. ini lagi dirundingkan tata caranya. Kalau sudah tunangan kita runding siapa yang keluarga sini bayar apa. Yaa bikin cetak undangan kurang lebih begitu lah. jadi kita perpanjang lah sebulan dan nanti menurut saya Insyaalah ya kita September mestinya selesai.

Dengan masuknya Inalum sebagai pemegang saham mayoritas itu berharap seperti apa sih pengelolaan tambang sebesar Freeport ini dengan masuknya BUMN pak?

Gini satu kan kalau yang 1% dikelola bersama ini kan tujuannya mendapatkan hasil lebih banyak jadi bukan hanya dari royalti dan pajak tapi juga dividen. Ada juga hal lain. yaitu memeprsiapkan anak-anak bangsa ya badan usaha kita seperti Inalum yang juga memiliiki aneka tambang ini yang kita juga belajar mengelola manajemen anu kegiatan pertambangan bawah tanah sebesar freeport.

Saat ini kita sudah mampu belum?

Gini saya bukan engineer, gini cuma kita lihat ya secara akal sehat. Banyak yang mengatakan kenapa kita nggak ambil dan kita kelola sendiri. Saya sepakat. saya sepakat sekali. Tapi sampai hari ini belum ada bukti, kita pernah mengelola tambang sebegitu besar.

Coba gini dengan segala hormat saya, PT Antam yang baru mengambil alih Newmont, apa sebesar itu apa sekompleks itu opersinya? juga kalau kita lihat ada nggak di Indonesa yang sebesar itu ada nggak? separuhnya ada nggak kompleksitasnya ? nggak ada

Semuanya yang bicara juga dengan segala hormat saya. Saya juga yakin bukan sebagian yang bicara juga tidak pernah mengoperasikan tanah sebesar itu.

Itu aja sih jadi kita nggak bisa men-judge dengan apa yang belum pernah kita lakukan. memang kita nggak pernah kita lakukan. Memang secara teori kita bisa secara teori praktiknya belum pernah ada.

Bapak kan udah negosiasi ini, seberapa alot negosiasi dengan pihak Freeport?

Hmm.. kalau menurut saya. Saya udah bekerja 32 tahun dan saya pada sektor yang saya pernah geluti saya pikir manajemen Freeport ini adalah sangat detail dan mereka juga paham apa yang akan menjadi hak dan kewajiban mereka ini sangat tau dan kita juga sebagai pemerintah juga kita tau, ya kita nego.

Berapa lama?

Beliau menugaskan saya bulan November 2016. Jadi kalau dihitung sekarang ya 20 bulan. mungkin kalau samai selesai ya 22 bulan.

Tanggapan pak presiden dengan ini?

Presiden sudah menyambut baik bahwa ini sudah sampai tahap tanda tangan tunangan bahwa ini sudah sampai penyelesaian. Ini transparan kok

Ada target pak?

Kalau HoA udah tercapai paling lambat bulan Juni lah kurang lebih tercapai lah ini tinggal proses dokumentasi.

Gini loh sebenarnya, ini kan acaranya blak-blakan ya saya juga mau blak-blakan. Saya sangat mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap dukungan-dukungan terhadap proses ini yang protes juga nggak sedikit saya juga paham.

Tapi kalau saya lihat kan gini, ini negara Indonesia yang diwakili pemerintah bernegosiasi dengan badan asing yang sudah 50 tahun beroperasi di sini. Lah sudah mencapai begini tidak didukung nggak apa-apa, tidak diapresiasi nggak apa, tapi ya jangan terus dikritik ya kenapa kok sampai tidak mendorong kita secara positif tapi ini malah mengkritik.

(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com