Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Feb 2019 14:04 WIB

Lika-liku Nasib Pos Indonesia Berkelit dari Kematian

Hendra Kusuma - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
FOKUS BERITA Polemik Gaji Pak Pos
Jakarta - Pada November 2015, Menteri BUMN Rini Soemarno mempercayai Gilarsi Wahyu Setijono menjadi Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero). Pihak Kementerian BUMN memberikan kepercayaan kepada Gilarsi karena diyakini bisa menyehatkan perusahaan yang berada diambang kematian.

Sejak memimpin, Gilarsi pun fokus pada transformasi yang tujuannya menyelamatkan keuangan Pos Indonesia dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pasalnya, sudah lama laporan keuangannya selalu rugi.

Namun, rencana transformasi tersebut tidak berjalan mulus atau tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saat melakukan transformasi, ada oknum yang merasa tersisihkan sehingga terjadi polemik yang membuat transformasi Pos Indonesia lamban.

Puncaknya adalah penundaan pembayaran gaji pegawai Pos Indonesia yang berawal dari aksi demo pada akhir Januari 2019. Buntut dari aksi tersbut membuat jajaran direksi memutuskan untuk menunda pembayaran gaji pegawai.

Namun, tidak lama berselang pihak direksi pun memutuskan untuk membayar gaji para pegawai Pos Indonesia pada minggu pertama bulan Februari 2019.

Gilarsi mengatakan, ada pesan yang ingin disampaikan oleh jajaran direksi kepada seluruh pegawai PT Pos Indonesia dari keputusan penundaaan gaji pegawai. Bahkan dirinya mengaku tidak akan menyerah untuk menyehatkan Pos Indonesia. Apa pesan tersebut? tim detikcom pun berhasil mewawancarai Gilarsi di markasnya.

Selain buka-bukaan soal polemik penundaan gaji pegawai, Gilarsi juga mengungkapkan strategi Pos keluar dari ambang kematian, mimpi Pos Indonesia punya pesawat logistik, hingga awal cerita merintis karis di perusahaan BUMN.

Berikut hasil wawancara tim detikcom bersama Direktur Utama Pos Indonesia: (hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com