Wawancara Khusus Bos TIKI

Kisah TIKI 'Kurir' yang Gerainya Menjamur hingga Terjun Antar Makanan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 07:00 WIB
Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Yulina Hastut
Foto: Dok. TIKI
Jakarta -

Titipan Kilat atau yang biasa dikenal dengan TIKI merupakan salah satu jasa pengiriman barang yang paling tua di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 51 tahun lalu di Jakarta.

Agen-agen TIKI bisa ditemukan di banyak tempat. Di usianya yang sudah menginjak 51 tahun bagaimana cara TIKI menghadapi persaingan yang semakin ketat, digitalisasi sampai menghadapi pandemi COVID-19.

Berikut wawancara detikcom dengan Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Yulina Hastuti:

Bisa dijelaskan bagaimana sejarah berdirinya TIKI?

TIKI didirikan pada tahun 1970, saat itu TIKI hanya punya dua cabang utama di Pangkalpinang dan Semarang. Saat ini TIKI punya 65 cabang di kota besar di Indonesia dan didukung lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Indonesia.

TIKI didirikan oleh Alm. Bapak H. Soeprapto Suparno, dan Ibu Hj. Nuraini Soeprapto serta ketiga co foundernya yaitu Bapak Irawan Saputra (Alm), Bapak Gideon Wiraseputra, dan Bapak Raphael Rusmadi. TIKI selalu menemui tantangan di tiap era, dan TIKI tetap dapat eksis dan menjadi salah satu perusahaan kurir terpercaya hingga saat ini.

Dalam perkembangannya TIKI saat ini memiliki layanan Drive Thru, jadi pelanggan bisa kirim paket tanpa perlu turun dari kendaraan sehingga bisa mengurangi kontak fisik. Ada empat titik Drive Thru ini di TIKI Pemuda, TIKI Duren Tiga, TIKI TB Simatupang, dan TIKI Pekanbaru.

Bagaimana strategi TIKI dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini?

Selama 5 dekade, TIKI semakin memantapkan posisinya sebagai pionir dan pemimpin di industri jasa kurir dan logistik yang telah terbukti menjadi mitra yang tangguh dan dapat diandalkan oleh para pelaku bisnis di berbagai situasi ekonomi termasuk kondisi pandemi seperti saat ini.

Ke depannya, TIKI akan terus berkomitmen melayani negeri dan menggerakkan roda aktivitas ekonomi di Indonesia melalui jaringan yang tersebar di seluruh pelosok negeri, serta inovasi layanan pengiriman yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha, baik besar maupun UMKM; baik korporasi maupun perorangan.

TIKI percaya bahwa eksistensi bisnisnya tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan dari masyarakat. TIKI sangat mendukung UMKM di Indonesia dan turut mengembangkan kapabilitas pelaku bisnis dengan berbagi pengalaman terkait pengelolaan sistem distribusi. TIKI berkolaborasi dengan mitra keagenannya dan marketplace untuk memberikan pembekalan bagi UMKM. TIKI memiliki komitmen untuk menjalankan tanggung jawab perusahaan yang difokuskan pada dua area yaitu pendidikan dan bidang sosial.

Salah satu fokus TIKI ke depan adalah membangun ekosistem digital yang tangguh dan sustainable. Terus mengembangkan inovasi-inovasi berbasis digital dengan berorientasi pada pengalaman pelanggan serta efisiensi dan ketahanan operasional. Kami juga akan terus mengembangkan inovasi produk dan layanan yang telah kami miliki saat ini beserta cakupannya antara lain SERLOK (Seller Online Booking), TIKI Putar (Jemput Antar), serta layanan Jempol (Jemput Online).


Bagaimana capaian kinerja TIKI hingga semester I tahun ini?

Untuk volume kiriman pada semester I-2021 (Januari- Juni 2021) terjadi peningkatan sebesar 10-15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu pertumbuhan bisnis TIKI selama semester I-2021 (Januari - Juni 2021) mencapai 5-10%. Pengiriman paling banyak antara pakaian, dokumen, elektronik, obat-obatan, dan lain-lain. Kami menargetkan hingga akhir tahun dapat mencapai pertumbuhan bisnis sekitar 20-25%.

Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Yulina HastutKiat TIKI 'Kurir' Tertua di RI Bertahan: Foto: Dok. TIKI

Bagaimana strategi TIKI untuk mendorong kinerja pada semester II dan akhir tahun?

TIKI akan terus fokus menggarap pasar berbasis komunitas, dan lebih agresif lagi dalam mempromosikan berbagai layanan digital untuk kemudahan transaksi dengan tetap konsisten meningkatkan kepemimpinan TIKI dalam keandalan distribusi, inovasi produk & layanan, ketahanan operasional dan kemampuan beradaptasi secara cepat.
Dalam menjalankan bisnis, TIKI juga selalu memfokuskan pada tiga area, yaitu:

a) Operational excellences (kecepatan, keamanan dan real-time tracking),

b) Customer intimacy (kemudahan transaksi mulai dari proses booking, penjemputan barang hingga pilihan pembayaran) dan

c) Product leadership (inovasi layanan berbasis teknologi).

Bagaimana strategi TIKI menghadapi persaingan? Cek di halaman berikutnya.



Simak Video "Tak Perlu Marahi Kurir kalau Barang COD Nggak Sesuai"
[Gambas:Video 20detik]