Follow detikFinance
Kamis 14 Jul 2011, 14:28 WIB

Pencinta Film Hollywood Ancam Demo Soal Kisruh Pajak

- detikFinance
Pencinta Film Hollywood Ancam Demo Soal Kisruh Pajak
Jakarta - Para penggemar film-film Hollywood yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Pecinta Film Bermutu mengancam akan melakukan aksi ke lapangan memprotes kisruh film impor yang berlarut-larut.

Salah satu perwakilan dari mereka Roy E.L mengatakan rencana aksi itu akan dilakukan pada Minggu Pukul 08.00 WIB, 17 Juli 2011 dari Bundaran HI ke Monas. Roy mengaku komunitasnya sudah kehabisan kesabaran terkait sikap pemerintah yang menarik ulur persoalan kisruh pajak film yang berbuntut terhentinya pasokan film-film Hollywood.

\\\"Tekanan kita ditujukan kepada importir dan pemerintah kita mau ada jalan tengah,\\\" tegas Roy saat berbincang dengan detikFinance<\/strong>, Kamis (14\/7\/2011).

Roy menuturkan rencana aksi mereka kelapangan ini sebagai lanjutan gerakan mereka di dunia maya yang mendesak agar kisruh film impor bisa segera selesai dan film Hollywood bisa masuk kembali.

\\\"Paling nggak kita mau menunjukan kami ada, bukan hanya teriak-teriak di web,\\\" katanya.

Ia mengatakan memang terkesan ia dan para rekan-rekannya sedikit egois dengan mendesak film Hollywood masuk tanpa melihat aspek dugaan monopoli (21cineplex) dan kisruh tunggakan pajak royalti film yang menjadi konsen pemerintah.

Namun kata dia, pihaknya juga konsen terhadap masalah tersebut meski mempertanyakan mengapa masalah-masalah pajak dan monopoli film baru dipermasalahkan sekarang.

\\\"Sebelum Sudwikatmono meninggal kita tahu monopoli 21, yang menjadi pertanyaan kenapa baru sekarang teriak, kemarin kemana saja? Saya juga nyalahkan kenapa importir ngemplang pajak 16 tahun, omong kosong kalau nggak ada aparatnya tak yang bermain,\\\" katanya.

Roy menuturkan aksi yang akan dilakukan teman-temannya sebagai aksi damai diantaranya membagi-bagikan selebaran pernyataan sikap dan pembubuhan tanda tangan masyarakat yang mendukung aksi mereka.

\\\"Kita butuh penyelesaian win-win solution<\/em> antara pemerintah dan importir. Kita menuntut segera secepatnya film Hollywood masuk,\\\" katanya.

Sementara itu Febry anggota komunitas ini mengatakan salah satu yang menjadi pemicu aksi mereka adalah serangan dari seorang pengamat perfilman yang terkesan meremehkan kepentingan masyarakat mana yang terusik karena tertutupnya kran impor film Hollywood. Aksi ini sebagai jawaban dari terusiknya mereka karena sudah 6 bulan ini tak bisa menonton film-film Hollywood.

\\\"Kita akan long march<\/em> dari HI ke Monas, juga mengumpulkan tanda tangan,\\\" timpal Febry.

Ikatan Masyarakat Pencinta Film Bermutu merupakan gabungan dari fans Gerakan 1 Juta Orang Butuh Film Bermutu di Bioskop Indonesia yaitu BlitzClub fans, 21 Cineplex fans dan komunitas pecinta Harry Potter, Marvel dan lain-lain.

Berikut ini pernyataan sikap mereka:
  • Segera patuhi Pasal 28 C (1) UUD 1945 yang menyebutkan bahwa \\\"Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia\\\" Untuk itu kami meminta pemerintah dan pengusaha bioskop di Indonesia untuk melaksanakan amanat konstitusi tersebut.<\/li>
  • Silahkan berdebat mengenai siapa yang salah, siapa mafia pajak film impor, siapa yang marah atas pengenaan pajak film impor ini. Tapi sekali lagi jangan korbankan rakyat karena kalian terlalu pengecut untuk membuka aib soal pajak ini. Bayangkan Dirjen Pajak bisa kebobolan soal pajak film impor ini sejak tahun 1995! 16 tahun apa kerja kalian di atas sana? Sehingga baru ada penerapan pajak film impor di Januari 2011?;<\/li>
  • Kami tidak butuh film-film yang sangat tidak mendidik. Terlebih untuk anak-anak yg belum bisa mencerna film-film yang ditayangkan. Contohnya: baliho film \\\"Pocong Ngesot\\\", \\\"Arwah Goyang Jupe-Depe\\\", \\\"Pocong Mandi Goyang Pinggul\\\" dan lainnya yang terpampang dengan bebas di jalanan. Apakah itu pantas? Kami merasa BSF (Badan Sensor Film) harus tegas untuk melakukan sensor atas judul-judul film seperti itu. Lagipula, jari tangan pun tidak akan habis untuk menghitung ada berapa film Indonesia yang bermutu di tahun 2010 kemarin.<\/li>
  • Kami tidak mendukung para importir film yang menunggak pajak, serta kami juga bukan pendukung gerakan monopoli perfilman yang ada saat ini, yang kami butuhkan dan kami tuntut adalah kembali menikmati hak kami sebagai warga negara untuk mendapat pilihan hiburan yang bermutu juga berkualitas di negara kami sendiri.<\/li><\/ul>

    (hen/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed