Harga Jagung Tembus Rp 7.000/Kg, Siapa yang Nikmati?

Harga Jagung Tembus Rp 7.000/Kg, Siapa yang Nikmati?

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 28 Jan 2016 15:40 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Peternak unggas dan produsen pakan ternak mengaku saat ini dalam kondisi 'sekarat'. Ini terjadi setelah harga jagung yang jadi bahan baku utama pakan ternak melambung hingga Rp 7.000/kg, di sisi lain Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menahan jagung impor.

Amran beralasan, penahanan jagung impor dilakukan agar harga jagung di tingkat petani tidak kembali jatuh hingga Rp 1.500 seperti tahun lalu.

Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Tri Hardiyanto mengungkapkan, selain merugikan peternak, kenaikan harga jagung justru tak banyak dinikmati petani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Petani nggak naikan harga, peternak rugi. Yang mainkan harga itu pedagang. Ini harga jagung digoreng sampai Rp 7.000, yang sengsara rakyat, yang petani nggak dapat, peternak habis, konsumen harus beli mahal (ayam dan telur)," kata Tri ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Dengan struktur pasar dan rantai distribusi yang belum dibenahi, dia mempertanyakan petani yang untung besar dengan lonjakan harga jagung tersebut. Sebaliknya, yang paling diuntungkan adalah pedagang di tingkat pengepul dan pedagang besar yang menyuplai jagung ke pabrik.

"Siapa petani yang mau dibela? Di sisi lain ada 12 juta (peternak) yang juga harus dikasih makan. Kalau sampai berhenti produksi, nggak beternak, harga akan mahal dan kita akan impor (daging dan telur). Cek lapangan dong, rakyat mana yang mau ditolong," ujar Tri. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads