Perencanaan Keuangan
Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga
Chairman, IARFC Indonesia
Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE®, CFP®, RFC®
Wealth Planner™Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga
Chairman, IARFC Indonesia
Gaji Pas Punya Rumah, Bisa?
Kamis, 03/04/2008 10:27 WIB
Jakarta - Kebutuhan memiliki rumah tak bisa dihindarkan. Namun gaji rasanya tak pernah mencukupi. Mungkinkah dengan gaji yang pas-pasan bisa memiliki rumah idaman?
Berikut pertanyaan dari pembaca yang dijawab oleh konsultan perencana keuangan dari Shildt Financial Planner. Anda juga bisa mengirimkan pertanyaan dengan terlebih dahulu mengirim form di subkanal berikut.
Pertanyaan:
Saya seorang karyawan berusia 26 tahun masih tinggal di rumah orang tua dan bekerja pada bagian accounting di perusahaan BUMN bidang konstruksi, penghasilan saya adalah:
Saya tiap tahun menerima banyak bonus (THR, Insentif, dan bonus lainnya) seperti tahun kemarin saya menerima sampai 10 x gaji khusus buat bonus.
Pertanyaannya, saya ingin memiliki rumah. Bisakah dengan gaji yang pas-pasan itu?
Jawaban:
Dengan melakukan analisa atas informasi Pendapatan yang Anda berikan maka secara sekilas struktur Pendapatan lebih besar dari kontribusi Bonus dan Insentif dibandingkan dari kontribusi Gaji Tetap dan Tunjangan Tetap. Atau dengan kata lain maka Anda mempunyai Pendapatan Variabel yang lebih besar daripada Pendapatan Tetapnya.
Tentunya Anda bisa membuat suatu analisa potensi penerimaan Pendapatan dalam arti kira-kira berapa Bonus atau Insentif yang bisa diperoleh berdasarkan Hasil Usaha Perusahaan BUMN tempat Anda bekerja. Apalagi sebagai seorang Akuntan yang tentunya mengetahui Laporan Keuangan Perusahaan maka mudah-mudahan Anda bisa menghitung Potensi Pendapatan Variabel yang akan diterima untuk Tahun ini.
Hal ini diperlukan mengingat struktur pendapatan yang Anda miliki tersebut di atas. Sehingga jika Anda mempunyai Suatu Tujuan untuk Mempunyai sebuah Rumah maka Anda akan sangat tergantung kepada Pendapatan Variabel tersebut.
Ada beberapa alternatif pembiayaan yang dapat dilakukan untuk membeli sebuah rumah; dengan pembayaran Tunai atau melalui sistim pembayaran Kredit. Jika dengan cara Pembayaran Tunai maka tentunya Anda membutuhkan beberapa tahun untuk mengumpulkan dan mengembangkan Dana dari Pendapatan Variabel dan Sisa Pendapatan Tetap yang tidak dipergunakan.
Namun jika dengan sistim Kredit maka sebaiknya Anda memilih Rumah yang nilai Cicilan atau Angsuran Bulanannya tidak terlalu besar (misalnya 20%-28%) dan kemudian Anda bisa melakukan Pelunasan Sebagian setiap tahun dengan Dana yang diperoleh dari Pendapatan Variabel. Pelunasan Sebagian ini akan bermanfaat untuk meringankan Angsuran; baik dengan memperkecil Angsuran jika Kredit direstrukturisasi atau pun mengurangi Jangka Waktu pembayaran Angsuran sehingga bisa mempercepat Pelunasan.
Beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam menentukan Rumah yang hendak dimiliki adalah Kemampuan Keuangan dan Gaya Hidup. Kemampuan Keuangan maksudnya adalah Kondisi Keuangan yang bisa kita alokasikan untuk membayar Cicilan atau Angsuran atau Penyisihan Dana untuk ditabung atau diinvestasikan. Sedangkan Gaya Hidup adalah semua kebiasaan, keinginan dan nafsu duniawi untuk kesenangan atau memiliki yang mempunyai dampak terhadap kondisi keuangan kita.
Dalam memenuhi keinginan atau mewujudkan kebutuhan untuk membeli sebuah rumah maka Anda coba analisa terlebih dahulu kondisi Keuangan Anda. Jika kemampuan Keuangan kita terbatas maka sangat disarankan agar kita mau mengorbankan atau menyesuaikan atau mencocokkan Gaya Hidup kita dengan kemampuan keuangan kita.
Misalnya mungkin kita harus mau untuk merubah kebiasaan mempunyai rumah di pinggir jalan menjadi membeli rumah dengan harga yang lebih terjangkau dan lebih nyaman tetapi lokasinya hanya di pinggir jalan kecil atau lokasi berada agak lebih ke dalam dari jalan.
Hal ini sebaiknya diperhatikan dengan sangat mengingat jangan sampai kita harus menderita dan menanggung beban keuangan yang sangat berat akibat hanya untuk memuaskan nafsu untuk membeli rumah yang tidak sesuai dengan kemampuan keuangan. Terlampir adalah Ilustrasi Kondisi Keuangan Anda dalam 1 tahun dengan asumsi Bonus dan Insentif.
Pendapatan Setahun
Berikut contoh perhitungan:
Silakan berhitung untuk membeli rumah, semoga sukses.....
(qom/qom)
Berikut pertanyaan dari pembaca yang dijawab oleh konsultan perencana keuangan dari Shildt Financial Planner. Anda juga bisa mengirimkan pertanyaan dengan terlebih dahulu mengirim form di subkanal berikut.
Pertanyaan:
Saya seorang karyawan berusia 26 tahun masih tinggal di rumah orang tua dan bekerja pada bagian accounting di perusahaan BUMN bidang konstruksi, penghasilan saya adalah:
- GPB : Rp1.760.000/bln
- Tunjangan Biaya Hidup : 20% X GPB = Rp352.000/bln
- Tunjangan Proyek : Rp 500.000 per bulan
- Uang makan : Rp10.000 per hari.
Saya tiap tahun menerima banyak bonus (THR, Insentif, dan bonus lainnya) seperti tahun kemarin saya menerima sampai 10 x gaji khusus buat bonus.
Pertanyaannya, saya ingin memiliki rumah. Bisakah dengan gaji yang pas-pasan itu?
Jawaban:
Dengan melakukan analisa atas informasi Pendapatan yang Anda berikan maka secara sekilas struktur Pendapatan lebih besar dari kontribusi Bonus dan Insentif dibandingkan dari kontribusi Gaji Tetap dan Tunjangan Tetap. Atau dengan kata lain maka Anda mempunyai Pendapatan Variabel yang lebih besar daripada Pendapatan Tetapnya.
Tentunya Anda bisa membuat suatu analisa potensi penerimaan Pendapatan dalam arti kira-kira berapa Bonus atau Insentif yang bisa diperoleh berdasarkan Hasil Usaha Perusahaan BUMN tempat Anda bekerja. Apalagi sebagai seorang Akuntan yang tentunya mengetahui Laporan Keuangan Perusahaan maka mudah-mudahan Anda bisa menghitung Potensi Pendapatan Variabel yang akan diterima untuk Tahun ini.
Hal ini diperlukan mengingat struktur pendapatan yang Anda miliki tersebut di atas. Sehingga jika Anda mempunyai Suatu Tujuan untuk Mempunyai sebuah Rumah maka Anda akan sangat tergantung kepada Pendapatan Variabel tersebut.
Ada beberapa alternatif pembiayaan yang dapat dilakukan untuk membeli sebuah rumah; dengan pembayaran Tunai atau melalui sistim pembayaran Kredit. Jika dengan cara Pembayaran Tunai maka tentunya Anda membutuhkan beberapa tahun untuk mengumpulkan dan mengembangkan Dana dari Pendapatan Variabel dan Sisa Pendapatan Tetap yang tidak dipergunakan.
Namun jika dengan sistim Kredit maka sebaiknya Anda memilih Rumah yang nilai Cicilan atau Angsuran Bulanannya tidak terlalu besar (misalnya 20%-28%) dan kemudian Anda bisa melakukan Pelunasan Sebagian setiap tahun dengan Dana yang diperoleh dari Pendapatan Variabel. Pelunasan Sebagian ini akan bermanfaat untuk meringankan Angsuran; baik dengan memperkecil Angsuran jika Kredit direstrukturisasi atau pun mengurangi Jangka Waktu pembayaran Angsuran sehingga bisa mempercepat Pelunasan.
Beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam menentukan Rumah yang hendak dimiliki adalah Kemampuan Keuangan dan Gaya Hidup. Kemampuan Keuangan maksudnya adalah Kondisi Keuangan yang bisa kita alokasikan untuk membayar Cicilan atau Angsuran atau Penyisihan Dana untuk ditabung atau diinvestasikan. Sedangkan Gaya Hidup adalah semua kebiasaan, keinginan dan nafsu duniawi untuk kesenangan atau memiliki yang mempunyai dampak terhadap kondisi keuangan kita.
Dalam memenuhi keinginan atau mewujudkan kebutuhan untuk membeli sebuah rumah maka Anda coba analisa terlebih dahulu kondisi Keuangan Anda. Jika kemampuan Keuangan kita terbatas maka sangat disarankan agar kita mau mengorbankan atau menyesuaikan atau mencocokkan Gaya Hidup kita dengan kemampuan keuangan kita.
Misalnya mungkin kita harus mau untuk merubah kebiasaan mempunyai rumah di pinggir jalan menjadi membeli rumah dengan harga yang lebih terjangkau dan lebih nyaman tetapi lokasinya hanya di pinggir jalan kecil atau lokasi berada agak lebih ke dalam dari jalan.
Hal ini sebaiknya diperhatikan dengan sangat mengingat jangan sampai kita harus menderita dan menanggung beban keuangan yang sangat berat akibat hanya untuk memuaskan nafsu untuk membeli rumah yang tidak sesuai dengan kemampuan keuangan. Terlampir adalah Ilustrasi Kondisi Keuangan Anda dalam 1 tahun dengan asumsi Bonus dan Insentif.
Pendapatan Setahun
Berikut contoh perhitungan:
- Gaji per Bulan: Rp 1.760.000
- Gaji per Tahun: Rp 21.120.000
- Tunjangan Biaya Hidup: Rp 352.000 /bulan
- Tunjangan Biaya Hidup: Rp 4.224.000/bulan
- Tunjangan Proyek: Rp 500.000/bulan
- Tunjangan Proyek: Rp 6.000.000
- Uang Makan (22 hari kerja): Rp 220.000
- Uang Makan : Rp 2.640.000
- THR: Rp 1.760.000
- Bonus (misalnya 10x Gaji): Rp 17.600.000
- Insentif Lainnya (misal 2x Gaji): Rp 3.520.000
- Total: Rp 2.832.000 (per bulan)
- : Rp 56.864.000 (per tahun).
Silakan berhitung untuk membeli rumah, semoga sukses.....
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Anggota DPR: Benahi Dulu Pelayanan, Baru PNS Naik Gaji
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
