detikfinance

Sesi Siang

Rupiah dan IHSG Meluncur

Irna Gustia - detikfinance
Selasa, 02/12/2008 12:12 WIB
(Foto: Indro-detikfinance)
Jakarta - Rontoknya pasar saham Asia menyeret pelemahan yang dalam terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Rupiah juga ikut tertekan karena faktor negatif dari eksternal yang terus membuntuti.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Selasa (2/12/2008) IHSG turun tajam 31,900 poin (2,61%) menjadi 1.191,225. Saham BUMI mempelopori penurunan IHSG hingga anjlok menyentuh batas auto rejection bawah.

Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB melemah 60 poin ke posisi 12.245 per dolar AS. Senada dengan IHSG, rupiah pun mengikuti pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS.

Meski penurunan IHSG relatif tajam namun dari sisi nilai transaksi sangat tipis, yang menandakan pelaku pasar lebih banyak yang melakukan hold dengan mengerem masuk ke pasar saham karena situasi global yang tidak mendukung.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 20.346 kali, dengan volume 913,2 juta unit saham, senilai Rp 689,9 miliar. Sebanyak 8 saham naik, 115 saham turun dan 21 saham stagnan.    

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 90 menjadi Rp 850, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 40 menjadi Rp 1.430, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 3.100, Indosat (ISAT) turun Rp 175 menjadi Rp 4.675 dan Indofood Sukses Internasional (INDF) turun Rp 50 menjadi Rp 900.

Anjloknya IHSG mengiringi penurunan saham di bursa Asia pada sesi siang ini seperti Hang Seng turun 4,94%, KOSPI turun 2,15%, Nikkei turun 4,36%, STI Singapura turun 2,08% dan Taiwan turun 4,76%. Sedangkan Shanghai naik tipis 0,1%.

(ir/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.