Pendapatan Semen Gresik 2008 Lampaui Target

Pendapatan Semen Gresik 2008 Lampaui Target

- detikFinance
Sabtu, 17 Jan 2009 10:20 WIB
Pendapatan Semen Gresik 2008 Lampaui Target
Gresik - Pendapatan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) di tahun 2008 mencapai Rp 11,4 triliun, atau meningkat 18,75 persen dibandingkan 2007 yang sebesar Rp 9,6 triliun. Nilai tersebut melampaui target perolehan pendapatan perseroan sebesar Rp 11 triliun.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto di kantor pusat Semen Gresik, Gresik, Jumat (16/1/2008).

"Perolehan pendapatan kita tahun 2008 unaudit meningkat sebesar 20 persen," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, untuk laba bersihnya ia mengatakan tumbuh lebih besar daripada perolehan 2009. "Alhamdulillah, tumbuh lebih dari 20 persen," katanya tanpa merinci lebih lanjut.

Tahun 2007 laba bersih yang dicatatkan Semen Gresik sebesar Rp 1,775 triliun.

Konstruksi Pabrik Baru Molor

Sementara itu pembangunan konstruksi pabrik baru Semen Gresik yang berlokasi di Pati, Jawa Tengah baru bisa dilakukan semester II-2009 atau molor dari jadwal semula semester I-2008.

"Perkiraan kasar kita, konstruksi baru bisa jalan enam bulan dari sekarang di semester kedua tahun ini," ujarnya.

Menurutnya, molornya jadwal pengerjaan konstruksi tersebut akibat tersendatnya pengerjaan detail disain yang memakan waktu 4-5 bulan dari sekarang.

"Setelah itu tinggal lakukan tender untuk konstruksi sipil selama 1-2 bulan, baru konstruksi bisa jalan," jelasnya.

Ia mengatakan, perseroan juga sudah melakukan penghitungan ulang terhadap biaya proyek tersebut. Hasilnya ada sedikit kenaikan dari total dana yang diperlukan, yaitu meningkat 1 persen dari target dana awal yang sebesar US$ 1,63 juta.

"Kenaikannya cuma sedikit, gara-gara kenaikan harga baja. Tapi masih bisa dikejar dari target awal," ungkapnya.

Secara terpisah, General Manajer Project Preparation Semen Gresik Soffan Heri mengatakan, perusahaan plat merah tersebut masih membutuhkan surat validasi pembebasan tanah dari Gubernur Jawa Tengah.

"Proses AMDAL sudah ditandatangani oleh gubernur. Untuk validasi pembebasan tanah masih perlu ada diskusi pemerintah daerah dan pusat supaya bisa sinkron," ujarnya. (ang/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads