Rupiah Tertolong Data PDB
Selasa, 10/11/2009 16:51 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup hanya melemah tipis berkat data pertumbuhan ekonomi RI yang lebih baik dari ekspektasi analis.
Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), rupiah ditutup di level 9.430 per dolar AS, melemah tipis dibandingkan penutupan kemarin di level 9.415 per dolar AS.
Namun posisi rupiah pada penutupan ini lebih baik ketimbang saat intraday yang sempat menembus 9.465 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi setelah BPS mengumumkan pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 4,2% pada triwulan III-2009, atau lebih baik dari ekspektasi analis..
Di pasar regional, dolar AS juga hanya bergerak tipis setelah kemarin melemah atas mayoritas mata uang global.
Euro melemah ke 1,4979 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4994 dolar. Dolar AS melemah atas yen ke posisi 89,85 yen, dibandingkan sebelumnya di level 89,95 yen.
Ekonom Bank Danamon Anton Hendranata mengatakan, perkembangan data AS yang lebih buruk dari perkiraan pasar menyebabkan melemahnya dolar AS terjadap mata uang negara-negara maju. Seiring dengan hal tersebut, rupiah sempat menguat ke 9.415 per dolar AS pada penutupan perdagangan kemarin.
"Perkembangan politik seperti kasus KPK dalam seminggu terakhir ini cukup menarik perhatian, namun belum terlihat mempengaruhi pergerakan rupiah secara signifikan. Rupiah tertolong oleh pelemahan dolar AS terhadap negara-negara maju dan Asia," jelas Anton dalam ikhtisar perekonomian Mingguan Bank Danamon.
(qom/qom)
Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), rupiah ditutup di level 9.430 per dolar AS, melemah tipis dibandingkan penutupan kemarin di level 9.415 per dolar AS.
Namun posisi rupiah pada penutupan ini lebih baik ketimbang saat intraday yang sempat menembus 9.465 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi setelah BPS mengumumkan pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 4,2% pada triwulan III-2009, atau lebih baik dari ekspektasi analis..
Di pasar regional, dolar AS juga hanya bergerak tipis setelah kemarin melemah atas mayoritas mata uang global.
Euro melemah ke 1,4979 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4994 dolar. Dolar AS melemah atas yen ke posisi 89,85 yen, dibandingkan sebelumnya di level 89,95 yen.
Ekonom Bank Danamon Anton Hendranata mengatakan, perkembangan data AS yang lebih buruk dari perkiraan pasar menyebabkan melemahnya dolar AS terjadap mata uang negara-negara maju. Seiring dengan hal tersebut, rupiah sempat menguat ke 9.415 per dolar AS pada penutupan perdagangan kemarin.
"Perkembangan politik seperti kasus KPK dalam seminggu terakhir ini cukup menarik perhatian, namun belum terlihat mempengaruhi pergerakan rupiah secara signifikan. Rupiah tertolong oleh pelemahan dolar AS terhadap negara-negara maju dan Asia," jelas Anton dalam ikhtisar perekonomian Mingguan Bank Danamon.
(qom/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
