Multipolar Rights Issue Rp 788,75 Miliar

Multipolar Rights Issue Rp 788,75 Miliar

- detikFinance
Kamis, 25 Feb 2010 14:28 WIB
Multipolar Rights Issue Rp 788,75 Miliar
Jakarta - PT Multipolar Corporation Tbk (MLPL) akan menerbitkan 6,31 miliar saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue pada harga Rp 125 per saham. Total dana yang akan diperoleh mencapai Rp 788,75 miliar.

Demikian disampaikan Managing Director MLPL Harijono Suwarno usai RUPSLB di hotel Aryaduta Tugu Tani Jakarta Kamis (25/2/2010).

Rencananya, MLPL akan mengeluarkan 6,31 miliar saham seri C pada Maret-April 2010. Saat ini, terdapat 21,924 miliar saham seri C di dalam portepel yang dapat dikeluarkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan perseroan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga penawaran rights issue sebesar Rp 125 per saham," ujarnya.

Dengan demikian, total dana yang akan diperoleh MLPL melalui aksi rights issue ini mencapai Rp 788,75 miliar. "Dananya akan kami buat untuk invesment, expansion dan working capital sebanyak 31%, 3-4% lain untuk IT capital," papar Reynold.

Dalam rights issue ini, setiap pemegang 9 saham lama yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 23 Maret 2010, berhak atas 32 lembar saham baru yang akan diterbitkan perseroan atau menggunakan rasio 9:32.

"Perseroan juga berencana menerbitkan waran seri II, yang bisa dimiliki investor secara cuma-cuma. Setiap pemegang 18 saham baru, melekat 7 waran II," Corporate Secretary & Legal Head Chrysologus R.N. Sinulingga.

PT Ciptadana Securities ditunjuk menjadi pembeli siaga (standby buyer) dalam aksi rights issue ini.

Untuk ekspansi bisnis 2010, perseroan menargetkan pertumbuhan 15-20% dibanding apa yang mereka capai di tahun lalu. Ekspansi akan lebih difokuskan pada penyediaan jasa layanan IT perbankan, dengan porsi 55%. Sementara sisanya akan ditujukan untuk pengembangan IT di sektor telekomunikasi, healthcare.

"Kami juga akan melakukan pembayaran diri atas loan yang ada. Sebanyak 30-35% dari profit nantinya untuk membayar loan. Tentu ini untuk memperkuat neraca perseroan," ucap Reynold.

Hingga November 2009, pendapatan perseroan mencatat pertumbuhan pesat dari Rp 10,4 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp 13 triliun. Untuk laba bersih juga naik dari negatif Rp 196 miliar menjadi positif Rp 100 miliar.

 

 

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads