detikfinance

Jumlah Penduduk Dunia Diperkirakan Capai 7 Miliar Tahun 2011

Amira Dewi Dayanara - detikfinance
Kamis, 18/08/2011 11:59 WIB
//images.detik.com/content/2011/08/18/4/Pengangguran-dalam.jpg
Paris -Jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai tujuh miliar hingga akhir tahun ini. Peningkatan jumlah penduduk di Afrika berhasil menutup penurunan tingkat kelahiran turun di kawasan lainnya.

Menurut sebuah studi baru Institut Nasional untuk Studi Demografi (INED), kenaikan jumlah penduduk secara keseluruhan akan terus berlangsung sampai mencapai angka stabil di antara 9-10 miliar seluruh dunia pada akhir abad ini. INED memperkirakan hanya butuk waktu 14 tahun lagi untuk mencapai delapan miliar orang sebelum angka mulai stabil.

"Ini telah meningkat tujuh kali lipat selama dua ratus tahun terakhir, melampaui tujuh miliar pada 2011, dan diperkirakan akan mencapai sembilan atau 10 milyar pada akhir abad ke-21," kata laporan yang dikutip detikFinance dari AFP, Kamis (18/8/2011).

Setelah angka penduduk dunia yang diperkirakan mencapai 6 miliar pada tahun 1999, kesenjangan antara kelahiran global dan tingkat kematian terus bergerak cepat dengan angka mencapai miliar hanya dalam 12 tahun.

Berdasarkan sejarah, pertumbuhan populasi global telah melonjak sejak abad ke-19. Besarnya jumlah penduduk juga tidak tersebar merata, tercatat tujuh negara sekarang 'menguasai' setengah populasi dunia, dan karena pergeseran demografis mereka memiliki pengaruh besar. China berada di daftar terpuncak dengan lebih dari 1,33 miliar penduduk, disusul India dengan jumlah penduduk 1,17 miliar.

Lima negara lain yang memiliki jumlah penduduk terbesar berdasarkan urutan adalah Amerika Serikat, Indonesia, Brasil, Pakistan dan Nigeria. INED memperkirakan antara sekarang dan 2050, India akan menjadi negara yang paling padat penduduknya, karena Beijing mulai menerapkan kebijakan satu anak.

Sementara jumlah keseluruhan terus tumbuh, tingkat kenaikan sudah menurun, menurut INED angkanya bertahan di 1,1% tahun ini dari 2% pada 50 tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh tingkat kelahiran total per wanita turun menjadi 2,5 anak, setengah dari angka yang tercatat pada tahun 1950. Namun perbedaan daerah yang besar, dengan rata-rata 4,7 anak per perempuan di Afrika dibandingkan dengan hanya 1,6 di Eropa.

(qom/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut