Demikian disampaikan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan yang ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (29/9/2011).
"Sudah 10 tahun lebih yang lalu proyek PLTP Sarulla tidak dikerjakan. Mau siapa saja yang garap terserah, kalau PLN tidak bisa karena danaya sangat besar," aku Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan berharap agar pembangunan pembangkit listrik yang memiliki kapasitas 3x110 MW tersebut dapat dikerjakan sesegera mungkin.
"PLN sudah bekerja keras agar negosiasi dengan PLN cepat selesai. Itu juga demi Medco (lead operator yang mengelola proyek PLTP Sarulla). Medco kan gak pernah keberatan sepanjang dikerjakan," ujar Dahlan.
PLTP Sarulla pada awalnya dikembangkan oleh Unocal North Sumatera Geothermal (UNSG) berdasarkan Joint Operation Contract (JOC) dengan Pertamina dan Energy Sales Contract (ESC) dengan PT PLN (Persero) pengembangannya mengalami banyak kendala, antara lain permasalahan harga dan term of condition.
(nrs/qom)











































