Siap Berinvestasi di 2012? Ini Tipsnya
Selasa, 13/12/2011 12:42 WIB
Jakarta - Seiring dengan berakhirnya tahun 2011 yang penuh dengan gejolak, maka ada baiknya kita menyambut tahun 2012 dengan dengan sudut pandang yang lebih positif, meskipun masih banyak ketidakpastian yang bisa mengganggu kondisi di 2012 nanti.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk berinvestasi di tahun 2012 menurut Senior Perencana Keuangan Aidil Akbar dari AFC Financial Check Up (dulu bernama Akbar’s Financial Check Up) dalam Outlook AFC untuk 2012 yang dikutip detikFinance, Selasa (13/12/2011).
Namun, sebelum memulai, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan terlebih dahulu mengenai situasi di 2012 nanti:
Saham masih memberikan potensi yang cukup bagus di tahun 2012. Property juga masih bisa naik lebih tinggi lagi, akan tetapi hati-hati dengan harga yang sudah cukup tinggi. Di kota besar (Jakarta) apartemen dengan harga di bawah Rp 800 juta (bintang 3) dan Rusunami dan Amami bisa dijadikan alternatif investasi.
Investasi Jangka Menengah
Apabila terjadi ketegangan di timur tengah lagi, maka logam mulia tetap akan menjadi primadona. Dengan inflasi terkontrol dan suku bunga yang rendah, obligasi akan diincar oleh banyak institusi keuangan dan perusahaan. SUN, ORI, Sukuk, dan Sukuk Ritel bisa dijadikan pertimbangan selain Reksa Dana Pendapatan Tetap.
Investasi Jangka Pendek
Jangka pendek masih menggunakan produk perbankan dan logam mulia. Saat ini anda bisa mengumpulkan uang tunai dan tahan sebelum IHSG beranjak naik, baru anda investasikan ke bursa saham.
Yang perlu diwaspadai
Terdapat beberapa jenis asuransi dengan investasi (Unitlink) yang akan jatuh tempo di tahun 2012 (10 tahun dari diluncurkan tahun 2002). Apabila ternyata hasil investasi tidak memuaskan (dipotong biaya, dan lain-lain) bisa menyebabkan banyak yang kecewa dan complain.
(ang/dnl)
Berikut ini adalah beberapa tips untuk berinvestasi di tahun 2012 menurut Senior Perencana Keuangan Aidil Akbar dari AFC Financial Check Up (dulu bernama Akbar’s Financial Check Up) dalam Outlook AFC untuk 2012 yang dikutip detikFinance, Selasa (13/12/2011).
Namun, sebelum memulai, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan terlebih dahulu mengenai situasi di 2012 nanti:
- Apabila perbankan terus menjalankan komitmen untuk menurunkan suku bunga, termasuk di dalamnya suku buka pinjaman KPR, maka investasi properti masih mempunyai berpeluang naik di tahun 2012.
- Apabila investment grade naik, maka aliran dana asing akan masuk lebih banyak lagi dan salah satunya adalah ke bursa efek. Hal ini akan mendorong bursa efek untuk mencoba naik menembus level yang tinggi seperti di awal tahun ini kemarin.
- Apabila kondisi di Timur Tengah kembali memanas, maka harga minyak dunia akan naik seiring dengan naiknya harga emas dunia. Akan tetapi tidak terlalu berpengaruh banyak ke harga logam mulia karena nilai tukar dolar ke rupiah yang melemah. Kecuali kondisi berbalik arah, yaitu dolar menguat maka logam mulai akan kembali menjadi primadona.
- Dengan dibatasinya jumlah kartu kredit dan pinjaman yang dapat diberikan kepada orang-orang tertentu, perbankan akan mempunyai ekses dana yang belum tersalurkan. Dana ini apabila tidak bisa dilempar ke kredit konsumen, KPR dan kredit kendaraan maka kemungkinan bisa masuk ke Surat Utang Negara dan SBI.
Saham masih memberikan potensi yang cukup bagus di tahun 2012. Property juga masih bisa naik lebih tinggi lagi, akan tetapi hati-hati dengan harga yang sudah cukup tinggi. Di kota besar (Jakarta) apartemen dengan harga di bawah Rp 800 juta (bintang 3) dan Rusunami dan Amami bisa dijadikan alternatif investasi.
Investasi Jangka Menengah
Apabila terjadi ketegangan di timur tengah lagi, maka logam mulia tetap akan menjadi primadona. Dengan inflasi terkontrol dan suku bunga yang rendah, obligasi akan diincar oleh banyak institusi keuangan dan perusahaan. SUN, ORI, Sukuk, dan Sukuk Ritel bisa dijadikan pertimbangan selain Reksa Dana Pendapatan Tetap.
Investasi Jangka Pendek
Jangka pendek masih menggunakan produk perbankan dan logam mulia. Saat ini anda bisa mengumpulkan uang tunai dan tahan sebelum IHSG beranjak naik, baru anda investasikan ke bursa saham.
Yang perlu diwaspadai
Terdapat beberapa jenis asuransi dengan investasi (Unitlink) yang akan jatuh tempo di tahun 2012 (10 tahun dari diluncurkan tahun 2002). Apabila ternyata hasil investasi tidak memuaskan (dipotong biaya, dan lain-lain) bisa menyebabkan banyak yang kecewa dan complain.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
