detikfinance

Sticky, Memikat Pembeli dengan 'Show' Permen Hand Made

Winda Veronica Silalahi - detikfinance
Senin, 16/01/2012 07:14 WIB
Foto: Winda/detikcom
Jakarta - Ada pemandangan tak biasa di mal Taman Anggrek sejak dua bulan yang lalu. Para pengunjung terlihat memadati toko permen Sticky di pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Barat itu.

Mereka terlihat antusias karena yang dijual di toko permen itu tak sekedar aneka jenis permen, melainkan juga permainan pembuatan permen itu. Inovasi toko permen ini tentu mengingatkan kita akan toko roti JCo dan Bread Talk yang sengaja 'memamerkan' cara pembuatan produk mereka.

Toko permen Sticky memang sengaja memamerkan pembuatan permen 'hand made' kepada pengunjung. Dengan demikian, pengunjung tak sekedar mencicipi manisnya permen, namun juga tontonan pembuatan permen itu.

"Konsep yang kita usung adalah permen hand made,karena ini menjadi suatu ketertarikan bagi para pengunjung, gimana sih buat permen itu," kata Ronal,Project Consultan Sticky kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu, (14/1/2012)

Sticky ini merupakan franchise dari Australia dan hadir di mal Taman Anggrek sejak 2 bulan yang lalu. Produk utamanya adalah Rock Candy,yaitu permen kecil seukuran dadu dengan rasa buah-buahan seperti apel, semangka, melon dan jeruk.

"1 hari rata-rata kita bisa buat permen 30 kg sampai 50 kg. Lalu kita jual dengan kemasan 70gr untuk satu rasa kita kasih harga Rp 21.000 kalau campur Rp 29.000. Lalu kemasan 225 gr, satu rasa Rp 59.000 dan mix Rp 79.000," jelas Ronald

Ia juga mengatakan banyak pembeli yang datang juga menanyakan bahan-bahan pembuat permen ini,karena banyak yang khawatir bahan bakunya berbahaya.

"Untuk bahannya kita pakai gula dan glukosa lalu pewarna makanan dan perasa yang lulus uji dari Australia, jadi sangat aman. Memang banyak pembeli yang menanyakan hal itu," katanya

Pauline salah satu pembeli mengatakan bahwa konsep yang di usung oleh toko ini sangat unik dan menarik.

"Karena langsung dibuat di depan kita (pembeli) kan aku ngga pernah lihat proses pembuatan permen, biasanya juga beli langsung jadi, nah kalau disinikan bisa lihat. Rasanya segar dan bentuknya lucu, kecil-kecil seperti itu,paduan warnanya segar dan itu buat orang tertarik," katanya

Menjelang weekend, toko ini menyiapkan permen dengan desain literatur Mandarin di dalam permen."Untuk Imlek kita hanya beda desainnya saja,kalau yang biasa dalamnya itu gambar buah nah yang Imlek ada literatur dalam Bahasa China," jelas Ronald.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?