Mantan Pengguna Narkoba Ini Sukses Usaha Susu Beromzet Miliaran di Usia muda
Senin, 23/01/2012 10:57 WIB
Fauzan Rachmansyah (Foto: Rista)
Jakarta - Fauzan Rachmansyah (27) tidak membayangkan nasib akan berpihak padanya. Terjerat narkoba sejak SMP, Fauzan tak pernah membayangkan dirinya bisa menangguk sukses dari bisnisnya.
Ia rupanya berjuang keras keluar dari jeratan narkoba. Setelah hijrah dari Jakarta ke kota gudeg Yogyakarta, kehidupan baru ditatanya, hingga diusianya yang terbilang muda dirinya sudah mempunyai usaha kedai susu segar beromzet miliaran rupiah dalam setahun.
Kedai susu dengan brand "Kalimilk" yang baru dibuka akhir 2010 saat ini sudah menjadi brand terkenal di Yogyakarta hampir tiap malam selalu penuh. Bahkan dua kedai milik Fauzan ini selalu dinanti oleh para tamu yang tidak kebagian meja.
"Omzet dua kedai susu segar saya setahun bisa mencapai Rp 1,1 miliar setahun, padahal baru buka tahun lalu, tepatnya Juni 2011, dan dengan modal Rp 70 juta dengan modal pinjaman," ujar Fauzan, kepada detikFinance, Minggu (22/1/2012).
Kalimilk yang merupakan brand dari PT Farbes Indonesia, yang merupakan mendapatkan suplai susu dari peternakan sapi miliknya sendiri. Rencananya, pada tahun 2012 Kalimilk akan melebarkan sayapnya ke beberapa kota di Indonesia, seperti Solo, Malang, Jakarta dan kota-kota lainnya.
Kesuksesan yang ia dapatkan saat ini bisa dibilang dicapai dengan jalan berliku. Menurut Mahasiswa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini, dirinya yang dulu sempat terjerat lingkaran setan Narkoba, pernah menjadi penjual sepatu, kemeja keliling, penjual spare part kendaraan sampai supir truk.
"Apapun saya lakukan untuk kencari uang makan, apalagi saya lulus SMA harus berjuang di kota baru yakni Yogyakarta, apalagi saat itu ayahanda meninggal dunia pada 2004, tambah beratlah langkah hidup saya," kenang Fauzan.
Hijrah dirinya ke Yogya pada 2003, juga atas perintah ayahnya, dikarena saat sekolah SMP-SMA di Jakarta, dirinya tidak bisa lepas dari penggunaan narkoba.
"Untuk mengubah saya, pilihannya harus pindah lingkungan, dipilihlah, Yogya. Dikota itu saya benar-benar merasakan susahnya mencari uang," kenangnya lagi.
Berbagai pekerjaan dilakukan, sampai akhirnya ditawari seorang keluarga untuk menjadi marketing, dari sinilah pekerjaannya sedikit banyak bisa ditabung dan bisa beli tanah dan bisa membiayai pernikahannya.
"Tahun 2007 sudah bisa beli tanah, dan dibangun rumah, disitu mulai ada ide berternak sapi perah, dan sampai awal 2010 jumlah sapi sudah mencapai 52 ekor," ujarnya.
Setiap tamu dan kerabat yang datang ke peternakannya, selalu mendapatkan suguhan susu hasil peternakannya, bahkan istrinya sering menambahkan rasa buah-buahan seperti jambu, anggur, jeruk dan lainnya.
"Banyak tamu dan kerabat yang bilang susunya enak, kenapa tidak dijual saja? Dari sanalah ide ingin menjual susu yang akan diberinama Kalimilk datang," ungkapnya.
Rencananya, Kalimilk baru akan dibuka awal 2011. Namun karena sempat terganggu oleh letusan merapi menerjang kota Yogya. Sebanyak 12 ekor sapinya pun mati dan lainnya menurun produktivitasnya. Tapi peristiwa itu justru membuat Fauzan mempercepat pembukaan 'Kalimilk'.
"Namun tekat yang kuat, kami bangkit lagi. Juli mengandalkan sapi yang ada, saya buka kedai di depan kantor kami, tidak menyangka antusiasnya begitu besar," katanya.
Bahkan dengan jumlah ratusan ekor yang dimiliki dan para petani binaannya, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan susu segar di kedua kedainya saat ini.
"Ya, siapa yang menyangka hanya jual minuman susu, untungnya bisa sebanyak ini. Dengan keunggulan rasa susu yang lebih crem dibandingkan susu lainnya, dan dengan perahan yang tepat menghasilkan Kalimilk sebagai susu low fat, tahun ini dirinya menargetkan produknya akan ada di beberapa ritel besar di Indonesia" optimisnya.
"Bahkan brand Kalimilk saat ini sudah ada 10.800 follower di Twitter, terbanyak di dunia mengalahkan Nestle yang hanya 9.000 Followers dan Cimori hanya 3.000 followers. Sebuah merk susu lokal, mengalahkan followers brand dunia, tentunya suatu kebanggaan bagi saya," tandas salah satu pemenang Wirausaha Mandiri ini.
(qom/qom)
Ia rupanya berjuang keras keluar dari jeratan narkoba. Setelah hijrah dari Jakarta ke kota gudeg Yogyakarta, kehidupan baru ditatanya, hingga diusianya yang terbilang muda dirinya sudah mempunyai usaha kedai susu segar beromzet miliaran rupiah dalam setahun.
Kedai susu dengan brand "Kalimilk" yang baru dibuka akhir 2010 saat ini sudah menjadi brand terkenal di Yogyakarta hampir tiap malam selalu penuh. Bahkan dua kedai milik Fauzan ini selalu dinanti oleh para tamu yang tidak kebagian meja.
"Omzet dua kedai susu segar saya setahun bisa mencapai Rp 1,1 miliar setahun, padahal baru buka tahun lalu, tepatnya Juni 2011, dan dengan modal Rp 70 juta dengan modal pinjaman," ujar Fauzan, kepada detikFinance, Minggu (22/1/2012).
Kalimilk yang merupakan brand dari PT Farbes Indonesia, yang merupakan mendapatkan suplai susu dari peternakan sapi miliknya sendiri. Rencananya, pada tahun 2012 Kalimilk akan melebarkan sayapnya ke beberapa kota di Indonesia, seperti Solo, Malang, Jakarta dan kota-kota lainnya.
Kesuksesan yang ia dapatkan saat ini bisa dibilang dicapai dengan jalan berliku. Menurut Mahasiswa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini, dirinya yang dulu sempat terjerat lingkaran setan Narkoba, pernah menjadi penjual sepatu, kemeja keliling, penjual spare part kendaraan sampai supir truk.
"Apapun saya lakukan untuk kencari uang makan, apalagi saya lulus SMA harus berjuang di kota baru yakni Yogyakarta, apalagi saat itu ayahanda meninggal dunia pada 2004, tambah beratlah langkah hidup saya," kenang Fauzan.
Hijrah dirinya ke Yogya pada 2003, juga atas perintah ayahnya, dikarena saat sekolah SMP-SMA di Jakarta, dirinya tidak bisa lepas dari penggunaan narkoba.
"Untuk mengubah saya, pilihannya harus pindah lingkungan, dipilihlah, Yogya. Dikota itu saya benar-benar merasakan susahnya mencari uang," kenangnya lagi.
Berbagai pekerjaan dilakukan, sampai akhirnya ditawari seorang keluarga untuk menjadi marketing, dari sinilah pekerjaannya sedikit banyak bisa ditabung dan bisa beli tanah dan bisa membiayai pernikahannya.
"Tahun 2007 sudah bisa beli tanah, dan dibangun rumah, disitu mulai ada ide berternak sapi perah, dan sampai awal 2010 jumlah sapi sudah mencapai 52 ekor," ujarnya.
Setiap tamu dan kerabat yang datang ke peternakannya, selalu mendapatkan suguhan susu hasil peternakannya, bahkan istrinya sering menambahkan rasa buah-buahan seperti jambu, anggur, jeruk dan lainnya.
"Banyak tamu dan kerabat yang bilang susunya enak, kenapa tidak dijual saja? Dari sanalah ide ingin menjual susu yang akan diberinama Kalimilk datang," ungkapnya.
Rencananya, Kalimilk baru akan dibuka awal 2011. Namun karena sempat terganggu oleh letusan merapi menerjang kota Yogya. Sebanyak 12 ekor sapinya pun mati dan lainnya menurun produktivitasnya. Tapi peristiwa itu justru membuat Fauzan mempercepat pembukaan 'Kalimilk'.
"Namun tekat yang kuat, kami bangkit lagi. Juli mengandalkan sapi yang ada, saya buka kedai di depan kantor kami, tidak menyangka antusiasnya begitu besar," katanya.
Bahkan dengan jumlah ratusan ekor yang dimiliki dan para petani binaannya, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan susu segar di kedua kedainya saat ini.
"Ya, siapa yang menyangka hanya jual minuman susu, untungnya bisa sebanyak ini. Dengan keunggulan rasa susu yang lebih crem dibandingkan susu lainnya, dan dengan perahan yang tepat menghasilkan Kalimilk sebagai susu low fat, tahun ini dirinya menargetkan produknya akan ada di beberapa ritel besar di Indonesia" optimisnya.
"Bahkan brand Kalimilk saat ini sudah ada 10.800 follower di Twitter, terbanyak di dunia mengalahkan Nestle yang hanya 9.000 Followers dan Cimori hanya 3.000 followers. Sebuah merk susu lokal, mengalahkan followers brand dunia, tentunya suatu kebanggaan bagi saya," tandas salah satu pemenang Wirausaha Mandiri ini.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
