5 Tips Mendiversifikasi Portofolio
Senin, 30/01/2012 07:10 WIB
Jakarta - Jika anda ingin menghindari potensi kerugian yang terjadi pada portofolio saham anda, maka anda harus menganut azas investor properti, yaitu 'lokasi, lokasi, lokasi".
Maksudnya, jangan habiskan uang anda di satu lokasi alias saham, tetapi lakukan diversifikasi dengan menempatkan dana di berbagai lapisan saham. Diversifikasi adalah amunisi bagi para perencana keuangan, manajer keuangan sampai ke investor individu.
Karena kita tidak mengetahui dengan pasti kapan pasar akan naik atau kapan turun, maka diversifikasi sangat penting untuk dilakukan. Diversifikasi ini bukanlah sebuah konsep baru, praktik ini sudah dilakukan sejak jaman dahulu kala.
Jika anda sudah melakukan diversifikasi portofolio dengan baik, maka tidak perlu khawatir lagi apakah tren pasar sedang naik atau turun. Lima tips yang dikutip dari investopedia, Senin (30/1/2012), bisa membantu anda dalam proses mendiversifikasi:
1. Sebarkan modal anda
Pasar modal adalah tempat yang tepat untuk menanam saham, tapi jangan tempatkan modal anda di satu sektor atau saham. Rancang sebuah portofolio sendiri yang memuat aneka perusahaan yang anda kenal baik, bisa dipercaya dan kemungkinan bertahan lama.
Dengan mengetahui perusahaan yang sahamnya akan anda beli maka risiko dari investasi tersebut semakin kecil. Kalaupun ada kerugian, biasanya sudah bisa diprediksi sebelumnya.
2. Pertimbangkan reksadana dan obligasi
Pertimbangkan untuk berinvestasi di reksadana dan obligasi, selain diversifikasi, anda juga melebarkan portofolio investasi. Atau bisa juga cari investasi dengan pendapatan yang tetap, dengan begitu anda bisa melindungi portofolio dari tekanan pasar saham yang sering naik turun.
3. Tambah terus portofolio anda
Pergemuk portofolio investasi anda secara rutin. Meski nilai yang ditambahkan tidak terlalu besar, tidak masalah karena sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Hal ini juga bisa dilakukan untuk melawan kondisi pasar yang sangat fluktuatif. Jika sudah terbiasa menambah nilai portofolio, anda tidak akan lagi mempedulikan apakah pasar sedang bearish atau bullish.
4.Tahu saatnya keluar
Membeli dan menahan saham sampai pada batas tertentu sepertinya strategi yang bagus, namun bukan berarti dengan sistem yang serba otomatis seperti sekarang ini anda hanya diam saja. Pantau terus pergerakan pasar dan situasi sektor serta saham yang anda pegang. Dengan begitu, anda akan tahu kapan waktunya untuk keluar sejenak.
5. Perhatikan Komisi Broker
Jika anda bukan tipe yang sering trading, anda harus tahu berapa biaya yang harus dibayar untuk komisi broker. Beberapa sekuritas ada yang meminta komisi bulanan, sementara beberapa lainnya dibayar tiap transaksi. Perhatikan jumlah yang harus anda keluarkan untuk ini, berapa pengeluaran dan berapa pemasukan dari imbal hasil. Ingat, yang termurah belum tentu yang terbaik.
Kesimpulan: Berinvestasi bisa (dan harus) menyenangkan. Selain itu, berinvestasi juga memberi pengalaman, informasi dan hasil yang sepadan. Dengan berlajar disiplin juga mendiversifikasi, anda akan mendapatkan hasil yang lebih tinggi lagi.
(ang/qom)
Maksudnya, jangan habiskan uang anda di satu lokasi alias saham, tetapi lakukan diversifikasi dengan menempatkan dana di berbagai lapisan saham. Diversifikasi adalah amunisi bagi para perencana keuangan, manajer keuangan sampai ke investor individu.
Karena kita tidak mengetahui dengan pasti kapan pasar akan naik atau kapan turun, maka diversifikasi sangat penting untuk dilakukan. Diversifikasi ini bukanlah sebuah konsep baru, praktik ini sudah dilakukan sejak jaman dahulu kala.
Jika anda sudah melakukan diversifikasi portofolio dengan baik, maka tidak perlu khawatir lagi apakah tren pasar sedang naik atau turun. Lima tips yang dikutip dari investopedia, Senin (30/1/2012), bisa membantu anda dalam proses mendiversifikasi:
1. Sebarkan modal anda
Pasar modal adalah tempat yang tepat untuk menanam saham, tapi jangan tempatkan modal anda di satu sektor atau saham. Rancang sebuah portofolio sendiri yang memuat aneka perusahaan yang anda kenal baik, bisa dipercaya dan kemungkinan bertahan lama.
Dengan mengetahui perusahaan yang sahamnya akan anda beli maka risiko dari investasi tersebut semakin kecil. Kalaupun ada kerugian, biasanya sudah bisa diprediksi sebelumnya.
2. Pertimbangkan reksadana dan obligasi
Pertimbangkan untuk berinvestasi di reksadana dan obligasi, selain diversifikasi, anda juga melebarkan portofolio investasi. Atau bisa juga cari investasi dengan pendapatan yang tetap, dengan begitu anda bisa melindungi portofolio dari tekanan pasar saham yang sering naik turun.
3. Tambah terus portofolio anda
Pergemuk portofolio investasi anda secara rutin. Meski nilai yang ditambahkan tidak terlalu besar, tidak masalah karena sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Hal ini juga bisa dilakukan untuk melawan kondisi pasar yang sangat fluktuatif. Jika sudah terbiasa menambah nilai portofolio, anda tidak akan lagi mempedulikan apakah pasar sedang bearish atau bullish.
4.Tahu saatnya keluar
Membeli dan menahan saham sampai pada batas tertentu sepertinya strategi yang bagus, namun bukan berarti dengan sistem yang serba otomatis seperti sekarang ini anda hanya diam saja. Pantau terus pergerakan pasar dan situasi sektor serta saham yang anda pegang. Dengan begitu, anda akan tahu kapan waktunya untuk keluar sejenak.
5. Perhatikan Komisi Broker
Jika anda bukan tipe yang sering trading, anda harus tahu berapa biaya yang harus dibayar untuk komisi broker. Beberapa sekuritas ada yang meminta komisi bulanan, sementara beberapa lainnya dibayar tiap transaksi. Perhatikan jumlah yang harus anda keluarkan untuk ini, berapa pengeluaran dan berapa pemasukan dari imbal hasil. Ingat, yang termurah belum tentu yang terbaik.
Kesimpulan: Berinvestasi bisa (dan harus) menyenangkan. Selain itu, berinvestasi juga memberi pengalaman, informasi dan hasil yang sepadan. Dengan berlajar disiplin juga mendiversifikasi, anda akan mendapatkan hasil yang lebih tinggi lagi.
(ang/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
