detikfinance

Bankir Terburuk di Dunia Ini 'Dilucuti' Gelar Kebangsawanannya

Nurul Qomariyah - detikfinance
Rabu, 01/02/2012 11:01 WIB
Fred Goodwin (Foto: Forbes)
London - Hidup seperti roda yang berputar. Seperti yang dialami oleh mantan bankir kaya ini. Dulu ia adalah bankir kaya dan terhormat dengan gelar kebangsawanan, tapi nasib membaliknya hingga kini ia menjadi seorang pekerja di sebuah perusahaan tak terkenal.

Bankir kaya itu adalah Fred Goodwin yang dulunya menguasai dan menjalankan Royal Bank of Scotland (RBS). Bank yang berkedudukan di Inggris itu nyaris kolaps dan mendapatkan dana talangan terbesar dalam sejarah bailout dunia pada tahun 2008.

Kegagalannya menjalankan bank RBS itulah yang membuatnya harus kehilangan gelar kebangsawanannya. Pemerintah Inggris 'melucuti' gelar kebangsawanan yang diberikan pada tahun 2004.

"Fred Goodwin telah membawa sistem penghargaan itu menjadi tidak bereputasi. Skala dan kerumitan dampak kebijakannya sebagai CEO di RBS membuat ini menjadi kasus yang luar biasa," ujar Kantor Pemerintahan Inggris dalam pernyataannya seperti dikutip dari BBC, Rabu (1/2/2012).

Goodwin dicap sebagai 'bankir terburuk di dunia' setelah pemerintah Inggris harus menyuntikkan US$ 71 miliar atau sekitar Rp 640 triliun ke institusi perbankan yang sudah berusia 285 tahun itu. Ia kini berada di beberapa perusahaan yang tidak terkenal.

Majalah Forbes menyebut pencabutan gelar kebangsawanan Goodwin itu berarti 'setara' dengan yang dilakukan pemerintah Inggris terhadap tokoh fasis Italia Benito Mussolini, pengkhianat Nazi Vidkun Quisling, Perdana Menteri Zimbabwe Robert Mugabe. Pemerintah Inggris sebelumnya juga mencabut gelar kebangsawanan para tokoh-tokoh kontroversial dunia itu.

Di 2004, Goodwin mendapatkan gelar kebangsawanan karena mengerjakan yang menguntungkan bank dan bagus untuk negara secara keseluruhan. Penilaian itu diberikan oleh Tony Blair yang ketika itu menjabat sebagai perdana menteri.

Kemudian Goodwin yang merupakan seorang akuntan memimpin institusi tersebut hingga bencana krisis finansial global ikut menerpa bank tersebut. Hal terburuk yang dilakukan Goodwin adalah akuisisi ABN Amro Holdings NV dengan uang pinjaman senilai US$ 94 miliar pada saat krisis finansial di 2007. Hal itu menyebabkan RBS akhirnya harus di-bailout.

"Baik Otoritas Jasa Finansial dan Komite Seleksi Kementerian Keuangan telah menginvestigasi alasan kegagalan dan konsekuensinya. Jelas bahwa RBS memainkan peranan penting pada krisis finansial 2008-2009 yang bersamaan dengan faktor makroekonomi telah memicu resesi terburuk di Inggris setelah perang dunia II dan para pembayar pajak serta pebisnispun harus membayarnya," jelas juru bicara Kantor Pemerintahan.

"Fred Goodwin adalah pembuat keputusan yang dominan di RBS saat itu. Dalam mencapai keputusan ini, disadari tentang meluasnya kekhawatiran terhadap keputusan Fred Goodwin yang berarti kepemilikan gelar kebangsawanan untuk 'jasa terhadap perbankan' tidak dapat lagi dipertahankan," demikian pernyataan dari pemerintah Inggris.


(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?